Speech Delay dan Autisme: Bagaimana Orang Tua Membedakannya?
Ketika anak belum berbicara sesuai usianya, banyak orang tua langsung merasa khawatir. Tidak sedikit yang bertanya apakah kondisi tersebut hanya speech delay atau sudah mengarah pada autisme. Kekhawatiran ini wajar, karena keterlambatan bicara memang menjadi salah satu tanda yang paling mudah terlihat pada perkembangan anak. Namun speech delay dan Autisme adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun dapat tampak mirip di awal.
Apa itu speech delay?
Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bicara dan bahasa anak berkembang lebih lambat dari tahapan usia yang diharapkan. Spesifiknya, speech delay ditandai ketika anak tidak mengalami perkembangan bicara dan bahasa yang diharapkan, seperti misalnya mengucapkan “dada” dan “mama” pada usia 12 bulan, menyebutkan nama benda-benda umum pada usia 2 tahun, atau mengucapkan frasa dua kata pada usia 2 tahun.[1]
Ada beberapa penyebab mengapa speech delay bisa terjadi:
- Hilangnya pendengaran
- Disabilitas intelektual
- Pendarahan otak.[2]
Penelitian juga menemukan faktor seperti riwayat speech delay keluarga, masalah perilaku, dan gangguan kesehatan telinga.[3] Selain itu, beberapa anak juga mengalami kesulitan dalam perhatian dan fokus, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami dan menggunakan bahasa.[4] Singkatnya, ada beragam faktor, bukan hanya satu faktor penyebab saja.
Apa itu Autisme?
Autisme adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi sosial, interaksi, serta pola perilaku anak.[5] Ada tujuh ciri Autisme, yaitu:
- Tidak menunjuk hal yang disukai
- Tidak meniru ucapan dan gerakan
- Kurang mampu bermain pura-pura
- Tidak bereaksi saat dipanggil
- Tidak melakukan kontak mata
- Tidak tertarik main bersama
- Tidak melihat apa yang ditunjuk
Sedangkan keterlambatan bicara pada anak dengan Autisme umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi disertai kesulitan menggunakan bahasa untuk berinteraksi sosial. Terlebih, speech delay memiliki faktor penyebab, begitu juga dengan Autisme. Penting untuk diketahui bahwa anak yang speech delay bukan berarti dia menyandang Autisme.[6]
Perbedaan utama speech delay dan Autisme
Ada tiga perbedaan mendasar antara speech delay dengan Autisme.
- Kondisi penyebab. Speech delay adalah kondisi di mana anak kesulitan mengembangkan kemampuan berbahasa. Sedangkan Autisme adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi aspek komunikasi, sosial, dan perilaku.[7]
- Interaksi sosial. Pada speech delay, anak tetap ingin berinteraksi dan berusaha berkomunikasi meski belum lancar bicara. Sementara pada autisme, anak sering mengalami kesulitan dalam komunikasi sosial, sehingga respons dan interaksi dua arah bisa tampak terbatas atau tidak konsisten.
- Kemampuan bicara. Anak dengan keterlambatan bicara mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai berbicara, tetapi anak dengan Autisme seringkali hanya menggunakan sedikit kata atau bahkan tidak sama sekali.[8]
Mengapa speech delay sering disalahartikan sebagai Autisme?
Speech delay sering disalahartikan sebagai autisme karena keterlambatan bicara merupakan tanda yang paling mencolok dan mudah diamati oleh orang tua maupun lingkungan sekitar. Padahal, para ahli menekankan bahwa evaluasi perkembangan anak harus mencakup aspek sosial, komunikasi, dan perilaku secara menyeluruh, bukan hanya kemampuan bicara.[9]
Anak dengan speech delay dapat menunjukkan perkembangan yang sangat baik, terutama jika mendapatkan stimulasi bahasa yang konsisten dan terapi wicara sejak dini. Sebaliknya, pada anak dengan autisme, intervensi biasanya tidak hanya berfokus pada bicara, tetapi juga pada pengembangan komunikasi sosial, kemandirian, dan adaptasi perilaku.
Speech delay dan autisme memang dapat tampak serupa di awal, tetapi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Speech delay berfokus pada keterlambatan kemampuan bicara, sementara autisme melibatkan tantangan yang lebih luas dalam komunikasi sosial dan perilaku.
Memahami perbedaan ini membantu orang tua mengambil langkah yang lebih tepat dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Daftar pustaka
[1] Moreno, M. A. (2015). Speech and language delays in young children. JAMA Pediatrics, 169(8), 796. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2014.2146
[2] Geller, A. (2025, August 14). Speech Delay versus Autism: What’s the Difference? Connected Speech Pathology. https://connectedspeechpathology.com/blog/speech-delay-vs-autism-spectrum-disorder-whats-the-difference#What%20Are%20the%20Signs%20of%20Delayed%20Speech?
[3] Blumenfeld, A., Olalla, J. C., Angelo, S. I. D., González, N. S., Sadras, Y., Graizer, S., Macario, A., & Salamanco, G. (2018). Language development delay in 24-month-old children at a health care center of the City of Buenos Aires. Archivos Argentinos De Pediatria, 116(4), 242–247. https://doi.org/10.5546/aap.2018.eng.242
[4] Tomas, E., & Vissers, C. (2019). Behind the Scenes of Developmental Language Disorder: Time to call Neuropsychology back on stage. Frontiers in Human Neuroscience, 12, 517. https://doi.org/10.3389/fnhum.2018.00517
[5] Sherred, L. (2025, July 9). Speech Delay vs Autism: What’s the Difference? Autism Parenting Magazine. https://www.autismparentingmagazine.com/speech-delay-vs-autism/?srsltid=AfmBOopkmHuenIOGbqcMmW9qvaH7AwwmdHcAu0iltPp5YoEHnUZ9JIIB
[6] Ibid
[7] Op.cit, No.2
[8] Larrazabal, M. (2024, October 19). Speech Delay vs Autism: What is the Difference? Better Speech. https://www.betterspeech.com/post/the-difference-between-speech-delay-and-autism#viewer-l1to
[9] Ibid
