MPATI 7

 

Jika sebelumnya sudah dibahas mengenai Tanda Anak Autisme Siap untuk bersekolah. 

Kali ini kita akan mengulas tips mempersiapkan Anak Autis di sekolah. Anak autis dikenal rigid (detail pada kebiasaan yang menjadi pakem), maka saat ada sesuatu hal diluar kebiasaan, tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan anak menjadi gelisah.

Dalam rangka pencegahan Anak menjadi ‘mogok sekolah’ dan untuk membantu proses adaptasi yang meningkatkan kenyamanan belajar mengajar, berikut adalah tips spesial untuk para orang tua spesial di sekolah :

Datang ke sekolah lebih awal

Karena anak autis butuh waktu yang berbeda untuk menyesuaikan diri sehingga orang tua bisa datang ke sekolah sehari atau sejam sebelum kelas dimulai.

Buat foto tentang sekolah

Anak autis sangat mudah memahami konsep visual. Untuk itu perlu adanya pengenalan dengan foto tentang : guru, kepala sekolah, ruang kelas, toilet dan lain-lain, jauh hari sebelumnya, sehingga anak bisa mengenali dan mendapatkan gambaran visual tentang sekolah dan tidak merasa asing nantinya.

Perkenalkan anak

Perkenalkan anak dengan para guru kelasnya, teman-temannya sebelum kelasnya dimulai.Ciptakan suasana akrab dan ramah agar anak dan lingkungan sekitarnya merasa memiliki kedekatan.

Berkenalan dengan orang tua lainnya 

Jika memungkinkan, berkenalanlah dengan beberapa orang tua lain yang anaknya juga sekelas dengan anak Anda. Pastinya ini tidak mudah, dan butuh perhatian ekstra dari para orang tua dengan anak Autis. Namun semakin cepat orang tua mengenalkan kondisi dan diagnosa anak pada dunia, semakin dunia juga cepat bisa beradaptasi dan menerima kondisi anak apa adanya.

Tanyakan kepada guru

Berapa lama Anda boleh menunggu Anak di sekolah / luar kelas? Namun usahakan agar hal itu tidak menjadi kebiasaan, agar Anak lebih mandiri dan berani.

Berikan pujian

Saat anak berhasil duduk di kelas, sekecil apapun keberhasilan tersebut, ia patut mendapatkan pujian. Selebrasikan hal-hal kecil agar Anak merasa dihargai dan disayangi.

Gunakan buku 

Buku ini sebagai alat komunikasi harian antara guru dan orang tua. Walaupun sekarang zaman sudah lebih canggih bisa menggunakan WhatsApp namun dengan buku segala rekam jejak perkembangan Anak di sekolah akan ada di satu tempat.

Sebagai penutup, sebelum memutuskan Anak untuk bersekolah, Orang tua perlu mempertimbangkan faktor kesiapan dan kenyamanan sang Anak. Apalagi Anak dengan Autisme yang memiliki hambatan komunikasi. Orang tua perlu cermat, dalam mengenali kebutuhan dan kenyamanan buah hati.** (dyk)

 

Sumber : 200 tanya jawab seputar Autisme – Gayatri Pamoedji

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.