Ini 3 Sistem Sensori yang Wajib Dipahami Orang Tua Anak Autisme
Pernahkah Anda melihat anak tiba-tiba rewel, menangis, atau meltdown padahal tidak ada yang “salah” secara kasat mata? Banyak orang tua langsung berpikir ini soal penglihatan, pendengaran, atau kelima panca indra yang biasa kita kenal.
Tubuh manusia sebenarnya memiliki lebih banyak “sensor”. Pada anak dengan autisme, sensor-sensor tersembunyi inilah yang paling sering menjadi biang keladi di balik ledakan emosi yang tampak muncul begitu saja.
Kenapa 5 Panca Indra Saja Tidak Cukup
Teori Sensory Integration dari Dr. A. Jean Ayres menjelaskan bahwa otak juga mengorganisasi sinyal dari dalam tubuh dan sistem keseimbangan, sehingga secara formal dikenal tujuh sistem sensorik. Gangguan pada sistem ini kini diakui sebagai bagian kriteria diagnostik ASD.[1],[2]
Ketiga indra tambahan ini kerap disebut hidden senses (indra tersembunyi) karena tidak punya organ yang terlihat jelas seperti mata atau telinga, sehingga gangguannya paling sering luput dari perhatian orang tua. Studi berskala besar memperkirakan 45–95% anak ASD mengalami gangguan pemrosesan sensorik dalam derajat tertentu.[3]
Banyak perilaku yang tampak “tanpa sebab”, seperti rewel mendadak, sebenarnya berakar dari cara otak memproses tiga indra tersembunyi ini, yaitu introception, proprioception, dan vestibular.
Interoception: Radar Organ Dalam yang Sering “Diam”
Interoception adalah kemampuan otak merasakan sinyal dari dalam tubuh seperti lapar, haus, mual, detak jantung, dan nyeri. Introception pada anak dengan Autisme memang menyimpang dari pola umum.[4] Penelitian pun mengaitkan introception dengan area otak seperti insula dan batang otak.[5] Meta-analisis memperkuat temuan ini di berbagai studi kasus-kontrol, di mana introception pada anak dengan Autisme dan non-Autisme itu berbeda.[6]
Dampak dari perbedaan introceptive ini adalah anak bisa tidak sadar dirinya sangat lapar atau sakit perut sampai akhirnya meledak jadi meltdown. Ini bukan karena anak “tidak mau” makan, tetapi ketidakjelasan sinyal yang diterima membuat anak dengan Autisme tidak menyadari kalau dia lapar.
Proprioception: Sensor Otot dan Sendi
Proprioception membuat otak tahu posisi tubuh tanpa harus melihatnya. Studi menemukan keterkaitan fungsi proprioseptif dengan regulasi emosi dan respons sosial anak.[7] Menariknya, pada sebagian anak dengan Autisme, ketajaman proprioseptif itu sendiri sebenarnya masih setara dengan anak tipikal. Masalah utamanya justru terletak pada bagaimana otak mengintegrasikan sinyal proprioseptif dengan sinyal sensorik lain, seperti visual, untuk menghasilkan kontrol postur yang stabil.[8]
Artinya, bukan “sensor” ototnya yang rusak, melainkan otak yang kesulitan menyatukan informasi tersebut secara real-time. Anak dengan proprioception kurang optimal sering menabrak benda, menyukai lompat-memanjat, atau mencari pelukan erat. Perilaku ini merupakan cara tubuhnya mencari masukan sensorik agar terasa lebih stabil.
Vestibular: Sensor Keseimbangan yang Tersembunyi
Vestibular di telinga dalam mendeteksi gerakan kepala dan gravitasi. Studi klinis menemukan mayoritas anak dengan Autisme yang diperiksa menunjukkan hasil abnormal pada tes keseimbangan.[9] Organ vestibularnya sendiri bisa saja normal, namun masalahnya lebih ke integrasi sinyal vestibular dengan visual saat menjaga postur.[10]
Uji klinis acak menunjukkan latihan vestibular-proprioseptif terstruktur membantu menurunkan hiperaktivitas dan memperbaiki modulasi sensorik. Tandanya, yaitu mudah pusing atau mual, sulit seimbang di permukaan tak rata, atau justru mencari gerakan berputar berlebihan.[11]
Kenapa Tiga Indra Ini Memicu Meltdown
Ketiganya bekerja “di balik layar” sehingga sulit dikenali dari luar.[12] Sinyal interoceptive yang tidak sampai ke kesadaran membuat ketidaknyamanan menumpuk diam-diam.[13] Sedangkan proprioception yang kurang optimal membuat tubuh terasa tidak stabil sehingga kapasitas regulasi anak lebih cepat terpakai.[14] Sementara itu, gangguan vestibular meningkatkan level stres dasar sepanjang hari.[15]
Ketiganya sering terjadi bersamaan, seperti gelas yang perlahan terisi penuh, sampai akhirnya pemicu sekecil apa pun membuatnya tumpah. Kiranya analogi ini tepat untuk menjelaskan mengapa anak dengan Autisme meltdown, yang tampak tidak proporsional dari luar.
Strategi Praktis Membantu Anak
Interoception
- Buat jadwal makan atau minum teratur
- Jangan menunggu anak “meminta”
- Gunakan kartu visual “lapar/haus/sakit/toilet”
- Kenali pola non-verbal anak (memegang perut, rewel mendadak) sebagai sinyal kebutuhan tubuhnya yang tidak terucap.
Proprioception
- Sediakan aktivitas berat harian, misalnya mendorong, memanjat, melompat, membawa barang agak berat
- Gunakan selimut atau rompi berbeban saat anak butuh menenangkan diri. Studi fisiologis menunjukkan pemberian deep pressure pada anak ASD terbukti menurunkan tanda kecemasan secara terukur.[16]
Vestibular
- Sediakan waktu bermain gerak terkontrol, misalnya bermain ayunan, gulingan pelan, atau kursi goyang, sesuai preferensi anak. Kita dapat mulai dari gerakan lambat dan dapat diprediksi, lalu tingkatkan bertahap sesuai toleransinya. Latihan vestibular-proprioseptif terstruktur terbukti secara klinis membantu regulasi diri anak.[17]
Rutinitas gabungan
- Buat sensory checklist visual harian yang mencakup ketiga indra
- Kenali jam-jam rawan (pagi sebelum sekolah, sebelum tidur), dan konsultasikan penyusunan sensory diet personal bersama terapis okupasi.[18]
Conclusion
Tubuh manusia memiliki delapan sistem sensori, bukan hanya lima panca indra klasik. Interoception, proprioception, dan vestibular bekerja di balik layar namun sangat menentukan kestabilan emosi anak dengan Autisme, dan akumulasi ketidaknyamanan pada ketiganya adalah pemicu utama meltdown yang tampak “tanpa sebab”. Memahami dunia internal anak melalui kacamata delapan indra ini adalah langkah awal membantu mereka merasa lebih aman.
Daftar Pustaka
[1] Alsaedi, R. H., Carrington, S., & Watters, J. J. (2023). Caregivers’ Assessment of the Sensory Processing Patterns Exhibited by Children with Autism in the Gulf Region. Journal of Autism and Developmental Disorders, 54(7), 2693–2709. https://doi.org/10.1007/s10803-023-05937-4
[2] Kilroy, E., Aziz-Zadeh, L., & Cermak, S. (2019). Ayres Theories of Autism and Sensory Integration Revisited: What Contemporary Neuroscience Has to say. Brain Sciences, 9(3), 68. https://doi.org/10.3390/brainsci9030068
[3] Tomchek, S. D., & Dunn, W. (2007). Sensory processing in children with and without Autism: A comparative study using the Short Sensory Profile. American Journal of Occupational Therapy, 61(2), 190–200. https://doi.org/10.5014/ajot.61.2.190
[4] DuBois, D., et al. (2016). Interoception in autism spectrum disorder: A review. International Journal of Developmental Neuroscience, 52, 104–111. https://doi.org/10.1016/j.ijdevneu.2016.05.001
[5] Loureiro, F., Ringold, S., & Aziz-Zadeh, L. (2024). Interoception in autism: A narrative review. Psychology Research and Behavior Management, 17, 1841–1853. https://doi.org/10.2147/PRBM.S410605
[6] Williams, Z. J., et al. (2023). Characterizing interoceptive differences in autism: A systematic review and meta-analysis. Journal of Autism and Developmental Disorders, 53, 947–962. https://doi.org/10.1007/s10803-022-05656-2
[7] Riquelme, I., Hatem, S. M., Sabater-Gárriz, Á., Martín-Jiménez, E., & Montoya, P. (2024). Proprioception, Emotion and Social Responsiveness in Children with Developmental Disorders: An Exploratory Study in Autism Spectrum Disorder, Cerebral Palsy and Different Neurodevelopmental Situations. Children, 11(6), 719. https://doi.org/10.3390/children11060719
[8] Doumas, M., Knox, R., O’Brien, C., & Craig, C. E. (2019). Dissociating proprioceptive deficits in Autism Spectrum Disorders: Intact acuity but impaired sensory integration in postural control. bioRxiv (Cold Spring Harbor Laboratory). https://doi.org/10.1101/644617
[9] Oster, L. M., & Zhou, G. (2022). Balance and Vestibular Deficits in Pediatric Patients with Autism Spectrum Disorder: An Underappreciated Clinical Aspect. Autism Research and Treatment, 2022, 1–5. https://doi.org/10.1155/2022/7568572
[10] Chisari, D., Vitkovic, J., Clark, R., & Rance, G. (2024). Vestibular Function and Postural Control in Children with Autism Spectrum Disorder. Journal of Clinical Medicine, 13(17), 5323. https://doi.org/10.3390/jcm13175323
[11] Eri̇K, E., Safran, E. E., & Şevgi̇N, Ö. (2025). Effectiveness of vestibular and proprioceptive exercises in reducing hyperactivity in children with autism spectrum disorder: A randomized controlled trial. Research in Autism, 123, 202543. https://doi.org/10.1016/j.reia.2025.202543
[12] Op.cit No. 3
[13] Op.cit No. 4
[14] Op.cit No. 7
[15] Op.cit No. 9
[16] Afif, I. Y., Manik, A. R., Munthe, K., Maula, M. I., Ammarullah, M. I., Jamari, J., & Winarni, T. I. (2022). Physiological Effect of Deep Pressure in Reducing Anxiety of Children with ASD during Traveling: A Public Transportation Setting. Bioengineering, 9(4), 157. https://doi.org/10.3390/bioengineering9040157
[17] Op.cit No. 11
[18] Op.cit No. 1
