Ciri-Ciri Autisme

rasa-tertarik-pada-anak-anak-lain
Apakah anak anda memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain?
menggunakan-telunjuk-untuk-menunjukkan-rasa-tertariknya-pada-sesuatu
Apakah anak anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?
anak-anda-memberi-reaksi-bila-namanya-dipanggil
Apakah anak anda memberi reaksi bila namanya dipanggil?
menatap-mata-anda-lebih-dari-1-atau-2-detik
Apakah anak anda menatap mata anda lebih dari 1 atau 2 detik?
menatap-mata-anda-lebih-dari-1-atau-2-detik
Apakah anak anda menatap mata anda lebih dari 1 atau 2 detik?
anak-anda-pernah-bermain-sandiwara
Apakah anak anda pernah bermain ‘sandiwara’ misalnya berpura-pura menyuapi boneka, berbicara di telfon dan sebagainya?
anak-anda-meniru-anda
Apakah anak anda meniru anda? Misalnya bila anda membuat raut wajah tertentu,apakah anak anda menirunya?
apakah-anak-anda-melihat-pada-mainan
Bila anda menunjuk pada sebuah mainan/apapun di sisi ruangan,apakah anak anda melihat pada mainan/benda tersebut?

Keterangan

Seorang anak berpeluang terdiagnosa dengan Autisme jika minimal 2 dari pertanyaan diatas dijawab tidak. Kami sarankan agar anda memeriksakan / mendapatkan diagnosa mengenai anak tersebut kepada dokter ahli terdekat. Perlu diingat bahwa 7 Pertanyaan di atas biasanya muncul sebagai tanda-tanda awal dari Autisme, namun BUKAN MERUPAKAN alat untuk melakukan diagnosa mandiri, pemeriksaan intensif WAJIB dilakukan orang tua dengan membawa ananda ke dokter/psikolog ahli. Anda juga dapat menonton video mengenai 7 Ciri Autisme di kanal Youtube MPATI.

1Apakah Autisme itu?

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, Seringkali gejala tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Gangguan perkembangan anak ini mempengaruhi:
-Kemampuan berkomunikasi (berbicara dan berbahasa)
-Kemampuan berinteraksi sosial (tidak tertarik untuk berinteraksi)
-Perilaku (hidup di dalam dunianya sendiri)
Umumnya, anak-anak sebelum berusia 3 tahun sudah menunjukan ketidak normalan atau keterlambatan perkembangan dalam berinteraksi sosial, berbicara dan bermain menggunakan daya imajinasi.

2Apa yang dimaksud dengan spektrum autisme?

Autisme disebut sebagai spektrum karena tidak ada satupun anak dengan Autisme yang memiliki kondisi persis sama. Mengingat bahwa Autisme bisa dalam derajat yang parah (severe) sampai dengan ringan (mild). Ciri dari anak dengan Autisme itu juga berlainan untuk tiap-tiap anak, demikian juga kemampuan akademis, sosial dan inteligensinya. Oleh karena tidak ada satu patokan tertentu (karena faktor-faktor tersebut di atas), Autisme disebut sebagai spektrum.

3Dari usia berapa gejala Autis dapat terlihat?

Sebagian besar orang tua melihat gejala autisme pada anak mereka, saat anak0anak ini berusia dibawah 3 tahun
Ada beberapa orang tua yang sudah melihat gejala Autis saat bayu mereka baru berusia 9 bulan, yang lain, mengamati bahwa gejala Autis muncul saat anak mereka 18 bulan. Para orang tua yang cermat ini, mengamati bahwa bayi mereka berbeda dengan bayi lain. Bayi mereka cenderung tidak melakukan kontak mata, tidak bereaksi bla namanya dipanggil dan tidak terlalu menyukai dipeluk. Biasanya gejala Autis akan muncul semakin banyak dengan meningkatnya usian anak.

4Kapan munculnya Autisme pada anak?

Hampir pada seluruh kasus, Autisme muncul pada saat anak lahir atau pada usia 3 tahun pertama. Menurut penyelidikan di Amerika, Autisme terjadi kurang lebih pada 10 anak dari 10,000 kelahiran. Kemungkinan terjadinya 4 kali lebih sering pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan. Di majalah TIME, bulan Mei 2002 disebutkan bahwa penelitian terakhir di Amerika menunjukkan bahwa 1 diantara 150 anak berusia di bawah 10 tahun atau sekitar 300,000 anak-anak memiliki gejala Autisme. Statistik ini belum mencakup yang dewasa. Jika ditotal secara keseluruhan, anak dan dewasa, jumlahnya menjadi sekitar 1 juta orang. Hal ini 5 kali lipat lebih banyak dari Down Syndrome dan 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan penderita diabetes anak-anak (Juvenile Diabetes). Autisme terjadi di belahan dunia manapun. Tidak peduli pada suku, ras, agama maupun status sosial, seperti pendidikan, pekerjaan, kekayaan maupun kesehatan jasmani orang tua. Saat ini Autisme semakin menjadi ‘wabah’, karena media membantu mengungkapkan kasus ini . Di samping itu, tingkat terjadinya Autisme pada anak-anak semakin tahun semakin tinggi. Hal ini diperkirakan karena tingginya polusi lingkungan, tambahan kimiawi pada makanan dan minuman serta semakin membaiknya pengetahuan untuk mendiagnosa kondisi ini.

5Ciri-ciri dari DSM

Autisme adalah gangguan perkembangan yang pervasif (mendalam) pada anak, yang seringkali muncul sebelum usia 3 tahun, yang mempengaruhi kemampuan kognitif, interaksi sosial dan komunikasi, dimana anak sering menunjukkan perilaku yang kadangkala repetitif (berulang-ulang), terbatas (restricted) atau juga khas (stereotype). Definisi ini merupakan paparan yang dicantumkan para ahli dengan menggunakan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV, 1994). Untuk memenuhi kriteria Autisme, seseorang harus memiliki minimal 6 kriteria dari 3 daftar berdasarkan DSM-IV di bawah ini :
1. Gangguan dalam interaksi sosial (minimal 2 kriteria) :
· Rendahnya kemampuan berinteraksi sosial melalui
komunikasi non-verbal seperti kontak mata, ekspresi muka dan gerak-gerik tubuh.
· Tidak mampu berinteraksi sosial dalam kelompok seperti layaknya anak-anak seusianya.
· Tidak memiliki keinginan untuk berbagi kesenangan, prestasi atau keingintahuan dengan anak-anak lain.
· Tidak mampu memberikan reaksi secara sosial atau emosional atas apa yang terjadi pada orang-orang di sekitar mereka. Misalnya, tidak dapat menunjukkan simpati pada saat orang lain bersedih, tidak membalas memeluk pada saat dipeluk, tidak mampu membaca kemarahan di wajah orang lain dan lain-lain.
2. Gangguan dalam komunikasi (minimal 1 kriteria) :
· Terlambat atau tidak adanya kemampuan berbicara yang mana tidak juga dikompensasikan dengan menggunakan bahasa isyarat dengan gerak tubuh.
· Kalaupun dapat berbicara, tidak mampu memulai percakapan atau mempertahankan percakapan.
· Bahasa yang digunakan cenderung berulang-ulang, kaku, khas (stereotype) dan agak aneh (idiosyncratic).
· Dibandingkan dengan pertumbuhan untuk anak seusia, tidak mampu bermain dengan meniru, khayalan (make believe play) atau spontan.
3. Sering melakukan kegiatan, bertingkah laku dan merasa tertarik pada sesuatu yang berulang-ulang, terbatas (restricted) dan khas (minimal 1 kriteria):
· Rasa tertarik yang cenderung abnormal dari segi fokus dan intensitas terhadap suatu kegiatan yang khas dan terbatas. Misalnya, mengulang-ulang sebuah adegan dari film / video terus menerus, berjalan tanpa henti dalam bentuk lingkaran dan lain-lain.
· Memiliki kebiasaan ritual atau rutin yang harus diikuti (yang sering kali tidak bermakna apa-apa bagi orang lain). Misalnya, harus melalui jalan tertentu menuju ke sekolah, hanya mau tidur jika menggunakan baju tertentu.
· Rasa tertarik berlebihan pada suatu bagian dari sebuah benda. Misalnya, roda pada mobil-mobilan.
· Sering melakukan gerakan tertentu yang khas dan berulang-ulang. Misalnya : mengepak-epakkan tangan berulang-ulang, berjongkok sambil menggoyang-goyangkan badan ke depan dan belakang (rocking) dan lain-lain.
Selain memenuhi 6 kriteria dari daftar diatas, kriteria tambahan adalah, bahwa anak tersebut sebelum usia tiga tahun sudah menunjukkan ketidaknormalan (atau keterlambatan) dalam berinteraksi sosial, berbicara dan bermain menggunakan daya imajinasi.
Tulisan ini dibuat saat buku ini pertama kali diterbitkan. Saat ini para tenaga ahli menggunakan DSM V untuk melakukan diagnosa pada anak. Apabila anda melihat ciri-ciri yang disebutkan di atas pada anak anda maupun kerabat yang anda kenal, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan TIDAK melakukan diagnosa mandiri.

Get involved and help create a society that works for autistic people


Donasi Sekarang Jadi Sukarelawan


Jadi Donatur