{"id":480,"date":"2021-04-05T16:32:42","date_gmt":"2021-04-05T09:32:42","guid":{"rendered":"https:\/\/autismindonesia.org\/?p=480"},"modified":"2024-02-12T11:34:08","modified_gmt":"2024-02-12T04:34:08","slug":"mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/","title":{"rendered":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua yang memiliki anak dengan Autisme perlu memiliki banyak pertimbangan khusus dalam masa persiapan sekolah. Pada beberapa anak yang memiliki level intelegensi rata-rata hingga di atas rata-rata, serta tidak menunjukkan masalah perilaku, biasanya orang tua akan mengarahkan mereka untuk menempuh jalur pendidikan SMA<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam artikel ini, akan diulas beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan oleh orang tua yang memiliki anak dengan Autisme dalam mempersiapkan transisi masuk ke SMA.<\/span><\/p>\n<h2><strong>1. Memahami kekuatan anak<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang tua mungkin masih ada yang belum bisa menjawab dengan baik bila ditanya \u201cApakah kekuatan anak Anda?\u201d. Mereka mungkin akan kebingungan. Apakah ada kekuatan pada anak saya? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Memang seringkali kita fokus dengan membandingkan anak dengan teman-teman sebayanya yang non-autistik\/tipikal, dan membuat kita fokus pada kelemahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan gejala gangguannya, daripada kekuatan yang dimiliki sang anak. Sebelum anak mau sekolah, ada baiknya kita melihat dan amati apa kekuatan anak kita. Beberapa kekuatan dan kelebihan sang anak seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatian yang baik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kreatif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa ingin tahu yang tinggi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dll<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>2. Perhatikan perubahan dan transisi yang terjadi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa perubahan yang biasanya terjadi pada anak dengan Autisme di masa SMA:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan aktivitas yang biasanya dilakukan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan waktu aktivitas yang mungkin lebih sering dilakukan sore hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan cara belajar dari SMP menjadi SMA<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan cara belajar dari tatap muka\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi daring\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, khususnya di masa pandemi Covid 19.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan pertemanan dan lingkup sosial yang lebih kompleks<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki lingkungan baru tentu akan menjadi tantangan sendiri bagi setiap individu untuk dapat beradaptasi. Namun pada remaja dengan Autisme, mereka biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama serta dukungan dan bimbingan dari lingkungannya untuk beradaptasi di tempat baru, sistem baru, dan rutinitas baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam masa transisi atau perubahan, dukung dan persiapkan anak dengan baik di rumah. Sebagai contoh,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; perkenalkan anak pada foto-foto calon gurunya nanti di SMA, dan teman-teman sekelasnya. Ingatkan ananda perilaku apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan teman-teman sekelas maupun guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Kenalkan anak dengan jadwal belajar baru<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa SMA, individu dengan Autisme perlu mengatasi perubahan dan generalisasi seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenalkan jadwal belajar baru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelaskan sesuatu dengan jelas di kelas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkenalan dengan orang baru di sekolah seperti para guru, teman-teman dan satpam<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/autismindonesia.org\/tantangan-dari-keluarga-besar-anak-dengan-autisme\/\">Tantangan dari Keluarga Besar Anak dengan Autisme<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>3. Memahami hambatan dan tantangan yang dihadapi sang anak<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, penting untuk kita memahami proses adaptasi yang perlu dilewati oleh ananda saat masuk ke sekolah baru. Kesulitan dalam beradaptasi ini dapat muncul dalam bentuk :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Kesulitan mengelola emosi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Tidak mau masuk sekolah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran di kelas<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Kesulitan dalam fokus dalam kegiatan belajar mengajar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Meningkatnya kecemasan anak dan berbagai faktor lain seperti kelelahan dapat menimbulkan perilaku bermasalah seperti munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">repetitive behaviour <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau perilaku berulang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stimming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, berputar-putar di tempat, lompat-lompat), saat sebelumnya perilaku tersebut sudah minimal<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat, setiap individu memiliki waktu yang berbeda-beda dalam memahami dan mengembangkan kemampuan pengendalian diri. Berikan waktu padanya untuk berlatih memperkuat keahlian diri. Bila perlu, berikan alat bantu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hambatan lain yang mungkin dapat menghambat anak adalah kemampuannya dalam berkomunikasi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan untuk meminta bantuan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belum nyaman dengan guru untuk berkomunikasi mengenai kesulitannya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak paham dengan komunikasi non verbal seperti istilah slang, perumpamaan, simbol, dll. Hal ini akan mempengaruhi interaksinya dengan teman sebayanya di sekolah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa awal-awal, wajar apabila anak terlihat lebih cemas dan itu bisa mempengaruhi kemampuan komunikasi anak. Terlebih, anak biasanya lebih sulit untuk memahami komunikasi non verbal. Maka dari itu anak perlu peran aktif dari lingkungannya untuk memberikan dukungan. Sebagai contoh anak butuh waktu untuk menerima guru yang berbicara lantang sehari-harinya, karena selama ini anak terbiasa menganggap suara lantang sebagai orang yang sedang marah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh hambatan lainnya adalah adalah kemampuan sosial. Beberapa hambatan kemampuan sosial seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan memahami tanda-tanda sosial<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hambatan dalam berteman<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh waktu lebih lama dalam penyesuaian lingkungan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak paham dalam aturan sosial implisit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bully<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari orang-orang sekitar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya sebelum terjun dalam dunia SMA, anak sudah dibekali dengan cara-cara menghadapi tantangan-tantangan ini. Berinteraksi sosial adalah kesulitan pertama individu dengan Autisme. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Terus dampingi ananda, berikan bantuan saat dibutuhkan namun jangan memaksakan apabila memang tantangan tersebut diluar kemampuan dan kesiapan mereka.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang tua yang memiliki anak dengan Autisme perlu memiliki banyak pertimbangan khusus dalam masa persiapan sekolah. Pada beberapa anak yang memiliki level intelegensi rata-rata hingga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[24,116],"tags":[],"class_list":["post-480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dukungan","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Orang tua yang memiliki anak dengan Autisme perlu memiliki banyak pertimbangan khusus dalam masa persiapan sekolah. Pada beberapa anak yang memiliki level intelegensi rata-rata hingga...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-05T09:32:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-12T04:34:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\"},\"headline\":\"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA\",\"datePublished\":\"2021-04-05T09:32:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-12T04:34:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/\"},\"wordCount\":676,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg\",\"articleSection\":[\"Dukungan\",\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/\",\"name\":\"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-05T09:32:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-12T04:34:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA 2\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"description\":\"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"width\":800,\"height\":309,\"caption\":\"Yayasan MPATI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/autismeindonesia.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI","og_description":"Orang tua yang memiliki anak dengan Autisme perlu memiliki banyak pertimbangan khusus dalam masa persiapan sekolah. Pada beberapa anak yang memiliki level intelegensi rata-rata hingga...","og_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/","og_site_name":"Yayasan MPATI","article_published_time":"2021-04-05T09:32:42+00:00","article_modified_time":"2024-02-12T04:34:08+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381"},"headline":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA","datePublished":"2021-04-05T09:32:42+00:00","dateModified":"2024-02-12T04:34:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/"},"wordCount":676,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","articleSection":["Dukungan","Wawasan"],"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/","name":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA - Yayasan MPATI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","datePublished":"2021-04-05T09:32:42+00:00","dateModified":"2024-02-12T04:34:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#primaryimage","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","width":1280,"height":720,"caption":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA 2"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/mendampingi-individu-dengan-autisme-transisi-ke-sma\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/autismindonesia.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mendampingi Individu dengan Autisme Transisi ke SMA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","name":"Yayasan MPATI","description":"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat","publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/autismindonesia.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization","name":"Yayasan MPATI","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","width":800,"height":309,"caption":"Yayasan MPATI"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/autismeindonesia.org"],"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Mendampingi-Individu-dengan-Autisme-Transisi-ke-SMA2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=480"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":555,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/480\/revisions\/555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}