{"id":444,"date":"2021-01-08T08:00:48","date_gmt":"2021-01-08T01:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/autismeindonesia.org\/?p=444"},"modified":"2023-02-28T16:21:40","modified_gmt":"2023-02-28T09:21:40","slug":"diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/","title":{"rendered":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em><strong>Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?<\/strong><\/em><br \/>\nSebagian besar orang tua dari anak berkebutuhan khusus, pernah mengalami <\/span><b>keraguan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> atas seberapa mendesaknya untuk pergi ke dokter atau psikolog, dalam mendapatkan diagnosa yang tepat (mengenai keterlambatan perkembangan anaknya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keraguan ini sangat lumrah terjadi, dan seringkali disebabkan karena kurangnya informasi tentang pentingnya diagnosa, kurang informasi tentang dokter yang kompeten, adanya harapan bahwa dengan berjalannya waktu anak akan membaik, biaya untuk mencari diagnosa serta ketidaksiapan orang tua untuk menerima kenyataan dan keluar dari \u201czona nyaman\u201d.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>Kurangnya informasi tentang pentingnya Diagnosa<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diagnosa adalah gerbang awal menuju perbaikan perkembangan anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa diagnosa yang tepat, orang tua dan pendidik (termasuk terapis) akan sulit menentukan jenis terapi, siapa yang akan memberikan terapi, waktu yang dibutuhkan serta membuat perencanaan secara individu yang dibutuhkan anak. Perencanaan individu tiap anak berbeda dari satu anak dengan anak yang lain, oleh karena itu diperlukan diagnosa yang tepat, berbarengan dengan evaluasi tentang kelebihan, kekurangan dan setiap target kemampuan yang akan dicapai anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, diagnosa adalah fondasi dasar untuk menentukan apa, mengapa, dimana dan siapa yang dibutuhkan anak, untuk menanggulangi keterlambatan, kekurangan dan tantangan yang ia akan hadapi di masa depannya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin dini diagnosa yang tepat didapat, semakin cepat pula kemungkinan orang tua dan pendidik dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan, dan semakin besar pula peluang untuk sukses, mengingat daya serap \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">golden age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d anak adalah saat ia belum berusia 3 tahun.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>Kurangnya informasi Dokter yang kompeten<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era media sosial yang marak dan pandemi seperti ini, orang tua memang harus lebih jeli mencari informasi mengenai mereka yang kompeten dalam memberikan diagnosa. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bergabung dengan komunitas di media sosial yang secara rutin membahas Autisme, terutama komunitas yang bersifat non profit. Ikuti program dan tanyakan pada orang tua lain, dokter mana yang mereka rekomendasi dan bagaimana pengalaman mereka. Kadang kala diperlukan lebih dari satu orang dokter untuk mendapatkan (dan menguatkan) diagnosa yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial memberikan keuntungan atas hematnya waktu yang diperlukan dalam mencari informasi, dan umumnya orang tua lain cukup suportif untuk berbagi informasi, jika ada orang tua lain yang memerlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunitas dengan kredibilitas yang jelas dan non profit biasanya memiliki anggota yang beragam, namun memiliki benang merah yang sama, bahwa mereka peduli dan ingin mencari sekaligus memberikan yang terbaik, bagi putra\/putri mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>Waktu akan \u201cmenyembuhkan\u201d keterlambatan anak<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesedihan dan kegalauan, kadang kala orang tua memilih untuk tidak melakukan apa-apa dan berharap waktu akan memperbaiki keterlambatan perkembangan anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah waktu akan memperbaiki keterlambatan bicara\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah waktu akan memperbaiki perilaku ganjil yang berulang. \u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah waktu akan memperbaiki anak untuk mau bergaul dengan anak lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah waktu yang\u00a0 akan \u201cmenyembuhkan\u201d perbedaan perkembangan yang ada di anak mereka (dibandingkan anak-anak lain seusianya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kenyataannya, waktu saja tidak cukup. Waktu seperti pisau bermata dua. Jika ia dimanfaatkan sedini mungkin, hasil upaya penanganan Autisme akan jauh lebih baik. Sebaliknya, jika ia diabaikan, kemungkinan anak untuk meraih kesempatan berkembang secara optimal juga akan semakin kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pepatah Inggris mengatakan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Better be Safe Than Sorry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d artinya, lebih baik kita waspada dan bertindak sedini mungkin daripada menyesal di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>Biaya untuk mencari Diagnosa<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui, bahwa tidak murah mencari diagnosa yang tepat dari dokter yang kompeten. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun demikian, murah atau mahal akan menjadi relatif karena kita hanya perlu memerlukan diagnosa ini satu atau dua kali saja seumur hidup anak. Untuk itu, pastikan bahwa proses konsultasi\/mencari diagnosa dilaksanakan seoptimal mungkin. Konsultasi dengan dokter ahli akan menjadi berharga dan tidak sia-sia kalau orang tua mempersiapkan diri dengan baik. Buat daftar pertanyaan, kekhawatiran dan harapan orang tua. Catat sejarah perkembangan anak secara detail namun singkat. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang mendasar dan terkesan sederhana\/sepele. Dokter yang kompeten akan memperhatikan dan menjawab dengan baik setiap pernyataan dan pertanyaan orang tua.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsultasi dengan dokter ahli akan terkesan \u201ctidak mahal\u201d jika anda sebagai orang tua mendapatkan jawaban yang jelas, dan ini akan bisa dicapai jika anda siap menanyakan hal-hal yang penting, dengan data anak yang telah\u00a0 dipersiapkan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika biaya merupakan kendala yang amat besar, jangan ragu untuk menanyakan pada saat mendaftar, apakah Dokter ahli bersedia memberikan keringanan biaya. Sudah barang tentu anda perlu menyiapkan surat keterangan tidak mampu dari pihak yang berwenang, sebagai bukti bahwa anda memerlukan keringanan biaya.<\/span><\/p>\n<p><strong><i>Menerima kenyataan dan keluar dari \u201czona nyaman\u201d<\/i><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat dipungkiri, menerima kenyataan dan enggan keluar dari \u201czona nyaman\u201d adalah merupakan hal yang paling sulit dihindari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena, pada dasarnya manusia enggan untuk menjadi tidak nyaman meski untuk sebuah kebaikan. Diperlukan motivasi yang\u00a0 kuat untuk melakukan hal-hal yang baik, yang memerlukan perjuangan. Motivasi yang kuat harus juga didukung tidak hanya oleh tenaga, sarana dan pengetahuan, namun juga didukung oleh lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang tua enggan untuk mencari diagnosa yang tepat karena tidak merasa siap melakukan pendidikan yang harus dilakukan sebagai konsekuensi lanjutan dari diagnosa yang didapat. Artinya, mereka memilih untuk diam dan menunggu, daripada harus menerima kenyataan untuk bekerja keras mendidik anak-anak mereka. Mereka lupa, bahwa semakin tinggi usia anak, semakin kecil kesempatan anak ini untuk berubah dan belajar secara optimal. Perilaku yang buruk dan sudah terbentuk menjadi kebiasaan, akan sulit diubah pada saat anak remaja, dibandingkan saat ia berusia balita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih baik anda sebagai orang tua bersusah payah menanam di awal dan \u201cpanen\u201d di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika anda berat menerima kenyataan, buka diri anda dan bergabunglah dengan orang tua yang lain yang telah sukses mendidik dan membimbing anak-anaknya. Tidak perlu kecil hati dengan kesuksesan mereka, namun tiru kebiasaan baik dan strategi jitu yang mereka terapkan untuk meraih keberhasilan putra-putri mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, Diagnosa Akurat adalah gerbang awal sebuah perjalanan untuk meraih pendidikan terbaik untuk anak berkebutuhan khusus, terutama Autisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibaratnya sebuah kapal, Diagnosa Akurat adalah kompas penunjuk arah, dimana\u00a0 Pendidikan selanjutnya adalah layar dari sebuah kapal untuk menuju keberhasilan anak dengan Autisme, menjadi pribadi yang mandiri, sehat dan bahagia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gayatri Pamoedji<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perth, 7 Januari 2021<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? Sebagian besar orang tua dari anak berkebutuhan khusus, pernah mengalami keraguan atas seberapa mendesaknya untuk pergi ke dokter atau psikolog,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7420,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diagnosa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? Sebagian besar orang tua dari anak berkebutuhan khusus, pernah mengalami keraguan atas seberapa mendesaknya untuk pergi ke dokter atau psikolog,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-08T01:00:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-28T09:21:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mpati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mpati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mpati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e09ce29744569716d6242227515edf36\"},\"headline\":\"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?\",\"datePublished\":\"2021-01-08T01:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-28T09:21:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/\"},\"wordCount\":965,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/Seksual-autisme.jpg\",\"articleSection\":[\"Diagnosa\"],\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/\",\"name\":\"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/Seksual-autisme.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-08T01:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-28T09:21:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/Seksual-autisme.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/Seksual-autisme.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"description\":\"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"width\":800,\"height\":309,\"caption\":\"Yayasan MPATI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e09ce29744569716d6242227515edf36\",\"name\":\"mpati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mpati\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/author\\\/mpati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI","og_description":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? Sebagian besar orang tua dari anak berkebutuhan khusus, pernah mengalami keraguan atas seberapa mendesaknya untuk pergi ke dokter atau psikolog,...","og_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/","og_site_name":"Yayasan MPATI","article_published_time":"2021-01-08T01:00:48+00:00","article_modified_time":"2023-02-28T09:21:40+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mpati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mpati","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/"},"author":{"name":"mpati","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/e09ce29744569716d6242227515edf36"},"headline":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?","datePublished":"2021-01-08T01:00:48+00:00","dateModified":"2023-02-28T09:21:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/"},"wordCount":965,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","articleSection":["Diagnosa"],"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/","name":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu? - Yayasan MPATI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","datePublished":"2021-01-08T01:00:48+00:00","dateModified":"2023-02-28T09:21:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#primaryimage","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/diagnosa-kapan-dan-mengapa-perlu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/autismindonesia.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diagnosa, kapan dan mengapa perlu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","name":"Yayasan MPATI","description":"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat","publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/autismindonesia.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization","name":"Yayasan MPATI","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","width":800,"height":309,"caption":"Yayasan MPATI"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/e09ce29744569716d6242227515edf36","name":"mpati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e87b4a9307c10a1b8ecba9fc40ea5e6cd02259df1a1e66498383eee9ac82ee2b?s=96&d=mm&r=g","caption":"mpati"},"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/author\/mpati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Seksual-autisme.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=444"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7467,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions\/7467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}