{"id":10886,"date":"2024-08-30T10:45:34","date_gmt":"2024-08-30T03:45:34","guid":{"rendered":"https:\/\/autismindonesia.org\/?p=10886"},"modified":"2024-08-30T10:45:34","modified_gmt":"2024-08-30T03:45:34","slug":"4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/","title":{"rendered":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Idealnya, kombinasi dari kedua jenis sekolah ini bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, terutama dalam hal kurikulum dan bagaimana hal itu berinteraksi dengan kebutuhan unik anak.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kurikulum dan Kebutuhan Anak dengan Autisme<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum nasional di Indonesia tidak didesain khusus untuk anak dengan Autisme. Hal ini menjadi tantangan besar, terutama di sekolah inklusi di mana jarak antara kurikulum yang ada dan kebutuhan anak bisa sangat besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekolah khusus, yang seharusnya lebih terfokus pada kebutuhan anak berkebutuhan khusus, kurikulum masih sering dibuat secara klasikal, yang artinya masih berbasis kelas dan bukan individual. Padahal, anak dengan Autisme memiliki profil kemampuan yang sangat bervariasi, seperti kemampuan bahasa, matematika, dan keterampilan sosial yang mungkin tidak seimbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-faktor tersebut menjadikan pembelajaran yang terlalu seragam sulit untuk mengakomodasi kebutuhan individual mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman mengelompokkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam kelompok yang lebih kecil pun menunjukkan betapa beragamnya kebutuhan mereka. Bahkan di antara anak kembar identik dengan Autisme, perbedaan dalam cara mereka belajar dan merespon kurikulum sangat signifikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan tersebut membuat Individual Education Program (IEP) menjadi penting. Ia\u00a0 dirancang khusus untuk setiap anak, bukan berdasarkan satu ukuran yang berlaku untuk semua.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pemahaman Guru dan Orang Tua<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tantangan besar lainnya adalah perbedaan pemahaman antara guru dan orang tua. Misalnya, ada situasi di mana seorang guru di sekolah merasa bahwa fokus utama anak harus pada pelatihan toilet sebelum dia bisa benar-benar berpartisipasi dalam aktivitas sosial di sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, orang tua mungkin lebih fokus pada aspek sosialisasi anak, menganggap bahwa berinteraksi dengan teman sebaya lebih penting daripada aspek toilet training.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua perspektif ini valid, namun perlu ada komunikasi yang baik antara guru dan orang tua untuk mencapai pemahaman bersama tentang prioritas yang harus diambil.<\/span><\/p>\n<h4><b>Peran Shadow Teacher<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertimbangan lain adalah apakah anak memerlukan shadow teacher atau tidak. Banyak sekolah yang enggan menerima pendamping yang disediakan oleh orang tua karena pengalaman di masa lalu, di mana pendamping justru bertindak seperti pengasuh, yang berakibat pada hilangnya kesempatan anak untuk belajar kemandirian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, pendamping yang memiliki keterampilan baik dapat sangat membantu dalam menjembatani komunikasi antara guru dan anak. Namun, ada dua tantangannya, yaitu apakah sekolah sudah siap dan apakah pendamping tersebut memiliki kemampuan yang cukup untuk mendukung anak secara efektif.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pemicu Stres di Sekolah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik di sekolah inklusi maupun sekolah khusus, ada banyak faktor yang dapat menjadi pemicu stres bagi anak dengan Autisme. Beberapa di antaranya adalah masalah sensorik, transisi atau perubahan, tantangan akademik, dan situasi sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, anak-anak dengan Autisme seringkali memiliki gangguan sensorik yang membuat mereka sangat sensitif terhadap rangsangan visual, suhu ruangan, atau tekstur permukaan tempat mereka duduk. Perubahan lingkungan, seperti pindah ke ruangan baru atau berganti guru, juga dapat menjadi sumber stres yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam aspek akademik, anak dengan Autisme mungkin bisa membaca atau menghafal angka, tetapi sering kali mengalami kesulitan dalam memahami makna di balik teks yang mereka baca atau angka yang mereka sebutkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ketika dihadapkan pada metode pengajaran yang sama dengan anak-anak tipikal, mereka mungkin merasa kesulitan untuk mengikuti. Ini karena anak-anak dengan Autisme seringkali membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam belajar.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kesimpulan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menentukan sekolah yang ideal bagi anak dengan Autisme, penting untuk mempertimbangkan kombinasi berbagai faktor yang ada, termasuk kurikulum, peran pendamping, dan potensi pemicu stres.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap keputusan harus didasarkan pada kebutuhan individual anak dan melibatkan komunikasi yang baik antara guru dan orang tua. Kombinasi pendekatan yang tepat dapat membantu anak dengan autism mencapai potensi terbaiknya dalam lingkungan belajar yang mendukung.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10887,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"default","_kad_post_title":"default","_kad_post_layout":"default","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"default","_kad_post_vertical_padding":"default","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[25,116],"tags":[189,190],"class_list":["post-10886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-wawasan","tag-memilih-sekolah-yang-tepat","tag-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-30T03:45:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\"},\"headline\":\"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme\",\"datePublished\":\"2024-08-30T03:45:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\"},\"wordCount\":602,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg\",\"keywords\":[\"Memilih sekolah yang tepat\",\"Sekolah untuk anak dengan Autisme\"],\"articleSection\":[\"Pendidikan\",\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\",\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\",\"name\":\"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-30T03:45:34+00:00\",\"description\":\"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Memilih sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme memerlukan beragam pertimbangan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"description\":\"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"width\":800,\"height\":309,\"caption\":\"Yayasan MPATI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/autismeindonesia.org\"],\"url\":\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI","description":"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI","og_description":"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing","og_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/","og_site_name":"Yayasan MPATI","article_published_time":"2024-08-30T03:45:34+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381"},"headline":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme","datePublished":"2024-08-30T03:45:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/"},"wordCount":602,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","keywords":["Memilih sekolah yang tepat","Sekolah untuk anak dengan Autisme"],"articleSection":["Pendidikan","Wawasan"],"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/","name":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme - Yayasan MPATI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","datePublished":"2024-08-30T03:45:34+00:00","description":"Menentukan sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme adalah tugas yang menantang bagi banyak orang tua. Setiap sekolah, baik itu sekolah inklusi maupun sekolah khusus, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Memilih sekolah yang tepat untuk anak dengan Autisme memerlukan beragam pertimbangan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/4-pertimbangan-dalam-memilih-sekolah-untuk-anak-dengan-autisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/autismindonesia.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","name":"Yayasan MPATI","description":"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat","publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/autismindonesia.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization","name":"Yayasan MPATI","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","width":800,"height":309,"caption":"Yayasan MPATI"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/autismeindonesia.org"],"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Feature-Image-for-Website-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10886"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10888,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10886\/revisions\/10888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}