{"id":10680,"date":"2024-01-16T13:12:35","date_gmt":"2024-01-16T06:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/autismindonesia.org\/?p=10680"},"modified":"2025-12-17T11:57:20","modified_gmt":"2025-12-17T04:57:20","slug":"denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/","title":{"rendered":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama?"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme. Masa depan yang sudah dirancang sedetail mungkin hancur seketika. Akhirnya, mereka pun menolak kenyataan tersebut dan menganggap anaknya baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya apakah reaksi itu wajar?<\/span><\/p>\n<h4><b>Reaksi yang manusiawi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga yang memiliki anak dengan Autisme seakan mendapatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">suprise <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang membingungkan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dari Tuhan, yang menganugerahi mereka anak spesial. Tentu, keluarga tidak serta merta langsung menerimanya. Keluarga tidak percaya bahwa anaknya menyandang Autisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Any Rotty, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah reaksi yang manusiawi. Tidak ada yang menyangka bahwa anaknya terlahir Autisme. Ibu dari Ruben Rotty, pemuda dengan Autisme yang berbakat melukis ini mengatakan bahwa alasan keluarga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah ketidakpercayaan bahwa anaknya ternyata menyandang spektrum Autisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua yang anaknya terdiagnosa Autisme itu bingung harus melakukan apa. Bagi sebagian besar orang tua yang awam, kondisi tersebut menakutkan, terutama karena mereka tidak memiliki persiapan apapun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun demikian, Any berkata bahwa meskipun manusiawi, jangan terlalu lama berada pada fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lebih baik kita langsung mengambil tindakan yang diperlukan supaya anak kita berkembang dengan maksimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih, ketika kita terus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bahwa anak kita tidak apa-apa, justru itu akan merugikan anak dan keluarga dalam jangka panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Membujuk orang tua untuk keluar dari fase <\/b><b><i>denial<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kita punya teman yang memiliki anak dengan Autisme dan mereka dalam fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebagai orang tua yang sudah keluar dari fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kita perlu ambil peran. Kita perlu memberikan informasi dan mengajak mereka diskusi supaya teman kita ini bisa keluar dari fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun begitu, membujuk keluarga yang masih dalam fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bukanlah perkara mudah. Banyak penolakan dan skeptisme yang kita terima. Masih banyak yang beranggapan bahwa anaknya baik-baik saja. \u201cNanti juga sembuh kok anak,\u201d begitulah menurut keluarga yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Any pun menyerukan kepada kita supaya jangan menyerah. Kita harus tetap memberikan informasi dan melakukan hal-hal yang dibutuhkan. Karena kita tahu bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">punya dampak luar biasa, jangan sampai kita meninggalkan keluarga teman kita sendirian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Pentingnya komunitas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara agar bisa keluar dari fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah dengan bergabung di komunitas. Di komunitas, kita bisa mendapat praktik terbaik dalam mendidik dan mengembangkan anak. Kita pun memiliki kesempatan bertemu dengan orang tua yang punya pengalaman serupa, sehingga kita dapat memiliki sistem pendukung yang kuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunitas bisa menjadi tempat yang baik untuk berdiskusi dan membakar semangat. Any melihat bahwa komunitas adalah salah satu teknik agar bisa membantu orang tua keluar dari fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari komunitas pun tidak sulit. Dengan informasi yang melimpah, terutama di media sosial, kita semakin dipermudah untuk menemukan komunitas yang sesuai dengan kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">denial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu manusiawi karena tidak ada yang siap ataupun berharap bahwa anak kita menyandang Autisme. Tetapi, jangan berlama-lama karena intervensi dini harus dilakukan sesegera mungkin supaya kita bisa melihat hasilnya di kemudian hari.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme. Masa depan yang sudah dirancang sedetail&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"footnotes":""},"categories":[8,116],"tags":[17,146,112],"class_list":["post-10680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-diagnosa","category-wawasan","tag-autisme","tag-denial","tag-diagnosa-autisme"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan MPATI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-16T06:12:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-17T04:57:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\"},\"headline\":\"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama?\",\"datePublished\":\"2024-01-16T06:12:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-17T04:57:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/\"},\"wordCount\":461,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/E-flyer-2024-3.png\",\"keywords\":[\"autisme\",\"denial\",\"Diagnosa autisme\"],\"articleSection\":[\"Diagnosa\",\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/\",\"name\":\"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/E-flyer-2024-3.png\",\"datePublished\":\"2024-01-16T06:12:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-17T04:57:20+00:00\",\"description\":\"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/E-flyer-2024-3.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/E-flyer-2024-3.png\",\"width\":1080,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"description\":\"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#organization\",\"name\":\"Yayasan MPATI\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg\",\"width\":800,\"height\":309,\"caption\":\"Yayasan MPATI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/autismeindonesia.org\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/autismindonesia.org\\\/id\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI","description":"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI","og_description":"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.","og_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/","og_site_name":"Yayasan MPATI","article_published_time":"2024-01-16T06:12:35+00:00","article_modified_time":"2025-12-17T04:57:20+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1080,"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381"},"headline":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama?","datePublished":"2024-01-16T06:12:35+00:00","dateModified":"2025-12-17T04:57:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/"},"wordCount":461,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","keywords":["autisme","denial","Diagnosa autisme"],"articleSection":["Diagnosa","Wawasan"],"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/","name":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama? - Yayasan MPATI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","datePublished":"2024-01-16T06:12:35+00:00","dateModified":"2025-12-17T04:57:20+00:00","description":"Denial merupakan reaksi ketika mendengar anak kita terdiagnosa Autisme. Setiap keluarga pasti akan terkejut saat mendapati anaknya menyandang Autisme.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#primaryimage","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","width":1080,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/denial-soal-diagnosa-autisme-anak-apakah-harus-terlalu-lama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/autismindonesia.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Denial Soal Diagnosa Autisme Anak, Apakah Harus Terlalu Lama?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#website","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","name":"Yayasan MPATI","description":"Sebuah yayasan yang memiliki cita-cita untuk mengubah stigma autisme di masyarakat","publisher":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/autismindonesia.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#organization","name":"Yayasan MPATI","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","contentUrl":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/cropped-cropped-Mpati-logo-square.jpg","width":800,"height":309,"caption":"Yayasan MPATI"},"image":{"@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/autismindonesia.org\/#\/schema\/person\/7b00660f849ef5ba6d91fba04b690381","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d2765e6934f605d49eb50e8e7206e894ba9b1e85c525403a990424b1d58763f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/autismeindonesia.org"],"url":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/autismindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/E-flyer-2024-3.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10680"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11074,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10680\/revisions\/11074"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/autismindonesia.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}