• 0813-8074-1898
  • yayasanmpati@gmail.com
  • Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Diagnosa
Petunjuk Bagi Orang Tua Dengan Individu Dengan Autisme

Petunjuk Bagi Orang Tua Dengan Individu Dengan Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan sistem saraf sejak anak berusia dini dan bertahan sampai dewasa. Individu dengan Autisme biasanya menunjukkan ciri-ciri seperti tidak ada kontak mata, hingga gangguan dalam komunikasi sosial. Pada beberapa kasus, Autisme juga sudah dapat terdiagnosa sejak usia 1 tahun, namun cenderung jarang terjadi. Pada beberapa kasus yang cenderung ringan, diagnosa Autisme bisa saja baru terdeteksi setelah individu tersebut dewasa. Hal ini biasanya terlihat dari kurangnya kemampuan individu dalam menjalin relasi sosial yang semakin kompleks, saat dewasa, yang cenderung tidak mengganggu sebelumnya.
Baca Juga : Tantangan dari Keluarga Besar Anak dengan Autisme

Bagi orang tua yang memiliki anak dengan Autisme, tentu bukan hal mudah untuk menerima kondisi anak saat ia pertama kali mendapatkan diagnosa. Tetapi sangatlah penting bagi orang tua untuk dapat bekerja sama, tumbuh bersama dan belajar untuk dapat memberikan intervensi terbaik demi masa depan yang baik juga bagi anak-anaknya.

Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan kepada orang tua untuk anak dengan Autisme:

  • Ambil tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga
  • Menjadi team builder
  • Mencari informasi sebanyak mungkin untuk mengedukasi diri agar dapat menjadi suara advokasi bagi anak
  • Proaktif untuk berbicara dan bertanya meminta bantuan kepada ahli apabila diperlukan
  • Tetap kritis terhadap informasi yang didapat

 

Kakak beradik dari anak-anak Anda yang memiliki Autisme, umumnya juga menghadapi persoalan mereka masing-masing. Mereka seringkali membutuhkan bantuan lebih dalam memahami reaksi emosional mereka dalam kehidupan. Beberapa hal berikut mungkin dialami oleh anak-anak:

  • Anak kecil belum mengerti perbedaan perilaku dari saudara/i mereka. Wajar jika mereka mengalami kebingungan dengan tingkah laku saudara/i mereka dengan Autisme. Maka dari itu, orang tua perlu memberi penjelasan yang sesuai dengan usia perkembangan mereka sejak dini.
  • Mereka mungkin bisa merasakan cemburu karena orang tua lebih memperhatikan anak dengan Autisme, sehingga waktu bagi mereka akan menjadi berkurang.
  • Karena kecemburuan tersebut, anak bisa marah karena ketidakadilan. Apalagi jika saudara kandung mereka yang berkebutuhan khusus tidak diberi konsekuensi yang sama jika mereka melakukan kesalahan.
  • Mereka malu kepada teman-teman mereka dimana teman-teman mereka berperilaku negatif terhadap saudara/i mereka dengan Autisme.
  • Bisa merasakan stress karena mereka tidak mendapatkan respon baik dari saudara/i mereka dengan Autisme. 

 

Jika orang tua memiliki lebih dari satu orang anak seperti penjelasan di atas, ada beberapa cara bagi orang tua untuk tetap memberi dukungan kepada anak yang lain:

  • Penting bagi anak yang lain untuk mengerti apa itu Autisme dan apa yang sedang terjadi dengan saudara/i mereka. Bicaralah dengan baik. Mungkin bisa melalui buku agar saudara kandung ini mengerti mengenai Autisme.
  • Bantu anak Anda untuk bermain dan membangun hubungan dengan saudara/i mereka yang didiagnosa dengan Autisme. Ada beberapa hal yang dapat orang tua lakukan untuk hal ini seperti mengajari anak Anda cara memperoleh perhatian saudara/i mereka yang dengan Autisme. Jangan lupa berikan pujian jika mereka semua dapat bermain bersama.
  • Orang tua juga dapat mencarikan grup dari luar yang dapat membantu dalam membangun hubungan pertemanan antar kakak adik, seperti komunitas https://www.instagram.com/jakartasibsclub/ yang merupakan komunitas, support group untuk kakak dan adik dari individu penyandang spektrum autisme di Jakarta dan dan kota-kota lainnya.

 

Jangan takut untuk menghubungi pihak profesional jika orang tua mengalami hal seperti ini. Semakin awal orang tua menyadari jika sang anak memiliki Autisme, maka itu semakin baik. Seberapa pun menantang dan bermasalahnya perilaku sang anak, Anda juga perlu memiliki waktu hari kosong dari rutinitas menjaga anak dengan Autisme Anda. Antara ibu atau bapak, ada baiknya bisa terlibat aktif dalam pengasuhan, sehingga bila ibu kelelahan, ada bapak yang bisa membantu mengasuh. Sebagai orang tua, penting untuk menjadi pemimpin dan team builder agar semua anggota keluarga terlibat aktif. Saat istirahat, tidak perlu seharian. Bisa sejenak untuk mengambil air wudhu dan sholat untuk menenangkan diri atau mandi selama 30 menit.

anak-anda-meniru-anda

Terakhir adalah Anda sebagai orang tua juga perlu menjaga diri Anda sendiri, tidak hanya anak Anda. Menangani Autisme bukanlah seperti lari jarak pendek atau sprint, tetapi ini adalah suatu marathon. Pekerjaan yang berjalan dalam jangka waktu panjang. Anda sebagai orang tua memiliki tugas untuk diri sendiri dan sang anak untuk menjadi sehat dan bahagia. Lakukan apapun untuk mencapai demikian.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *