• 0813-8074-1898
  • yayasanmpati@gmail.com
  • Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Diagnosa
Gejala Autis

Gejala Autis

Life Is About Caring And Loving

Ditengah keramaian pameran dan kampanye Autisme yang diselenggarakan MPATI dan Pemda DKI, bulan Januari 2006, saya sempat didatangi oleh pasangan muda yang menanyakan, bagaimana orangtua yang awam dapat mengetahui gejala autis pada anaknya? Apa saja gejala-gejala Autis yang harus diwaspadai oleh orang tua? Dalam kegiatan sehari-hari, gejala Autis dapat terlihat jika anak seringkali :

  1. Tidak bereaksi, atau seakan tidak mendengar saat dipanggil namanya.
  2. Cenderung main sendiri.
  3. Mengulang kata yang Anda ucapkan.
  4. Menggunakan gerakan untuk menunjukan keinginannya, misalnya menggandeng tangan ayah / ibu untuk mengambilkan gelas untuk minum.
  5. Tidak suka dipeluk/disentuh.
  6. Kurang/tidak melakukan kontak mata (menatap wajah) orang yang mengajak bicara.
  7. Kegiatan rutin sulit diubah serta memerlukan jadwal kegiatan yang konsisten dan rutin (cenderung kaku).
  8. Tertarik pada bagian dari mainan dan bukan mainan itu sendiri.
  9. Kurang menjaga keselamatan diri dan tidak menyadari adanya bahaya (main pisau, silet, api dan lain lainnya).
  10. Sangat sensitif terhadap rangsang pancaindera, baik pendengaran, penciuman, rasa dan lain lain (tidak tahan bunyi keras, kain yang kasar, tidak suka rasa asam dan sebagainya).
  11. Keterlambatan bicara, misalnya tidak mengucapkan kata-kata hingga usia 2 tahun atau hilang kemampuan bicara.
  12. Sangat posesif terhadap benda tertentu, misalnya : sarung bantal yang harus dibawa kemanapun pergi.
  13. Melakukan gerakan-gerakan khas yang sifatnya berulang, misalnya, mengepak-epakkan tangan seperti burung, menjentikkan jemari di depan mata, berputar-putar dan lain lain.
  14. Kesulitan dalam mengekspresikan emosi, misalnya marah-marah dan mengamuk tanpa sebab (tantrum), tertawa sendiri atau mengelamun dan sibuk di dunianya sendiri.

Saya menyarankan pada para pasangan muda,untuk mewaspadai gejala autis pada balita mereka, namun tidak perlu panik karena terapi untuk anak autis saat ini sudah lebih memadai dibandingkan dekade lalu.

“Sorrows do not last forever when we are journeying towards the thing we have always wanted” Paulo Coelho

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *