• 0813-8074-1898
  • yayasanmpati@gmail.com
  • Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Diagnosa
2 Manfaat Besar Mengetahui Diagnosa Autisme Sejak Dini

2 Manfaat Besar Mengetahui Diagnosa Autisme Sejak Dini

Mengetahui diagnosa Autisme sejak dini tentu punya manfaat yang luar biasa. Ibu Diah A. Witasari (Ibu Wita) dan Ibu Silvia Hough Heryuwani (Ibu Silvi) membagikan pengalaman dan perspektifnya tentang manfaat mengetahui diagnosa Autisme sejak dini.

Lebih banyak waktu

Usia 0 – 3 tahun adalah periode krusial bagi anak. Ibu Wita mengatakan kalau terlambat dalam melakukan diagnosa Autisme, akan jauh lebih sulit untuk orang tua harus membereskan aspek dasarnya.

Ada 5 aspek yang penting dalam perkembangan anak: aspek fisik, aspek motorik, aspek kognisi, aspek bahasa, dan aspek sosial – emosi. Namun demikian, anak dengan Autisme punya perkembangan yang berbeda. Misalnya, dia belum bisa menulis, tetapi bisa menghafal kata dan berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Singkatnya, orang tua harus belajar seluruh aspek dan tahapan perkembangan anak. Orang tua yang sudah mengetahui diagnosa Autisme dan langsung melakukan intervensi dini, mereka akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan anak.

Lebih maksimal mengembangkan potensi anak

Konsekuensinya adalah anak bisa berkembang lebih maksimal dari banyak aspek. Salah satu aspek yang penting adalah aspek motorik. Aspek motorik terbagi menjadi dua: motorik kasar dan motorik halus. Orang tua perlu mengembangkan aspek motorik sedari dini. Ibu Silvi melatih anaknya dengan membuat program di rumah, yang terdiri dari menari, melempar, dan berjalan. Tujuannya supaya aspek motoriknya kuat.

Ibu Wita menambahkan bahwa aspek motorik tidak hanya soal berjalan dan berlari. Tetapi juga melatih mulut, misalkan untuk mengunyah. Orang tua harus melatih anak dengan Autisme untuk mengunyah juga supaya terbiasa.

Orang tua juga tetap harus mengembangkan aspek kognitif dan psikososialnya. Ibu Silvi mengajarkan anaknya dalam mengklasifikasi barang. Itu bisa meningkatkan aspek kognitifnya karena mengetahui nama – nama barang.

Ibu Wita dan Ibu Silvi sepakat bahwa keberhasilan anak perlu diberi hadiah, hanya bentuknya berbeda. Ibu Silvi memberikan hadiah berupa makanan. Ibu Wita lebih kepada apresiasi. Bagi Ibu Wita, apresiasi seperti mengucapkan “Terima kasih” itu membantu menstimulasi perkembangan psikososialnya.

Dengan mengetahui diagnosa sejak dini, orang tua punya kesempatan mengembangkan anaknya dengan lebih maksimal.

Mengatur emosi

Membesarkan anak dengan Autisme penuh dengan tantangan, khususnya di aspek emosi. Karena anak dengan Autisme belum bisa mengekspresikan apa yang dirasakan, mereka mengekspresikannya lewat tantrum.

Menangani anak tantrum juga punya triknya sendiri. Kuncinya ada di dalam diri orang tua. Orang tua perlu meregulasi emosinya supaya siap menangani anak yang tantrum. Terlebih, ketika anak tantrum saat orang tua sedang kelelahan.

Jika kondisinya seperti itu, Ibu Wita membagikan tipsnya. Kalau kita tidak nyaman, tidak apa apa. Tinggalkan dahulu. Kadang-kadang anak tantrum itu butuh perhatian. Kalau kita kesal, kita tidak efektif menangani anak kita. Apabila kesal, kita menghabiskan waktu sendiri dahulu. Begitu emosi kita sudah membaik, baru kita mengobrol dengan anak kita dan menanyakan keadaannya.

Kalau Ibu Silvi, caranya berbeda. Ibu Silvi konsisten menggunakan cerita bergambar setiap ingin mengajak anak. Dia mencontohkan saat pergi ke mal. “Misalkan, kita mau ke mal, saya cerita menggunakan visual. Kita ke mall, tujuannya hanya makan,” tutur Ibu Silvi.

Singkatnya, mengetahui diagnosa sejak dini membuat orang tua lebih punya waktu untuk mengembangkan anak, terutama dari sisi fondasinya. Tiga tahun pertama merupakan masa krusial bagi anak dengan Autisme. Orang tua harus konsisten membersamai dan mendidik anak agar perkembangannya maksimal.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari Webinar Mengetahui Diagnosa Sejak Dini yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Januari 2024

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *