• 0813-8074-1898
  • yayasanmpati@gmail.com
  • Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Pendidikan
10 Tips Mengenalkan Aktivitas Olahraga untuk Anak Penyandang Autisme

10 Tips Mengenalkan Aktivitas Olahraga untuk Anak Penyandang Autisme

Olahraga bisa menjadi minat dan bakat bagi anak penyandang Autisme. Seperti Dewangga, yang meraih medali perunggu di SOWC 2023. Selain itu, orangtua memang perlu mengenalkan olahraga kepada anak karena punya segudang manfaat.

Manfaat Olahraga

Ibu Dyana, orangtua dari Rafa yang telah menjadwalkan rutin anaknya untuk berolahraga, telah merasakan manfaat dari olahraga, antara lain:

  1. Pola tidurnya lebih teratur 
  2. Fokusnya jadi lebih baik
  3. Jadi lebih sehat dibandingkan adik-adiknya
  4. Mampu beradaptasi terhadap lingkungan
  5. Dia bisa menerima ilmu dengan lebih baik

Ibu Dyana bercerita bahwa awal mula ia memperkenalkan Rafa olahraga adalah untuk menyalurkan energi anak yang berlebih. Dari sekian banyak olahraga, Bu Dyana memilihkan anaknya olahraga renang. 

Saat Rafa mengikuti aktivitas renang, progresnya sangat baik. Setiap pertemuan selalu ada progress. Terlebih, Rafa sangat senang kalau tiba waktunya untuk aktivitas renang. Untuk sementara, Rafa rutin seminggu sekali karena masih bersekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, akan ada perubahan jadwal aktivitas. 

Bapak Harison Sirait, Guru PJOK SLB C Dian Grahita & Direktur Pelatihan Olahraga PP Special Olympics Indonesia, mengonfirmasi segudang manfaat olahraga, yaitu:

  1. Anak tidak mudah kelelahan karena aktivitas yang melibatkan fisik
  2. Mereka lebih sehat dan bugar. Kita bandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga; pasti lebih lesu. 
  3. Anak menjadi lebih berani memperkenalkan dirinya ke orang-orang sekitar. 
  4. Daya tahan tubuhnya juga menjadi lebih baik. Tidak rentan terhadap penyakit dan memiliki kekuatan yang lebih dari yang sebelumnya
  5. Anak menjadi lebih tenang dan tidak mudah tantrum ketika sudah melakukan aktivitas olahraga. Tenaganya sudah tersalurkan karena melakukan kegiatan fisik yang tertatur, konsisten, dan bermanfaat.
  6. Anak menjadi lebih peduli dengan lingkungan terdekatnya. Misalnya mereka menyiapkan alat-alat olahraganya (baju renang, peralatan mandi, dan lain sebagainya). Ketika mereka sudah tahu akan mengikuti aktivitas tersebut, mereka akan mempersiapkan alat-alatnya. 

Cara Mengenalkan Aktivitas Olahraga

Dengan segudang manfaat yang telah dirasakan, bisa menjadi pilihan untuk mengenalkan aktivitas olahraga. Pertanyannya, bagaimana caranya? Pak Harison memberikan tipsnya, yaitu: 

  1. Olahraga yang kita pilihkan harus menyesuaikan kondisi faktual anak. 
  2. Mencari informasi yang seluas-luasnya tentang penanganan dan pendidikan olahraga yang tepat dan sesuai tujuan.
  3. Berkomunikasi secara efektif kepada guru tentang target pelatihan yang dicapai. Hal sebaliknya juga berlaku bagi guru untuk berkomunikasi dengan orangtua dan anak
  4. Menentukan bentuk dan pola pelatihan yang tepat, serta menyusun pelatihan dan instruksi yang terukur, terstruktur, dan sederhana.
  5. Berikan motivasi dan imbalan bagi setiap keberhasilan anak.
  6. Berikan penguatan dan pengulangan untuk setiap kesalahan tugas yang dilakukan. 
  7. Atur intonasi bicara kita.
  8. Menentukan pola bantuan yang tepat. Bisa melalui pola visual (video dan gambar), pola audio (intonasi suara), modelling atau gesture, dan bisa mengombinasikan semua pola tersebut secara bertahap.
  9. Kita lakukan dengan tegas, lugas, dan sabar.

Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan 

Selain tips mengenalkan aktivitas olahraga, kita bisa belajar bersama apa saja hal-hal yang harus kita pertimbangkan dalam mengenalkan anak. Beberapa pertimbangannya sebagai berikut:

  1. Sebagai orangtua, kita juga harus melakukan aktivitas olahraga. Anak kita jadi lebih tertarik untuk berolahraga kalau melihat orangtuanya melakukan hal yang sama. 
  2. Beri waktu bagi anak penyandang Autisme untuk beradaptasi terhadap tempat, waktu, dan lingkungan sosialnya. Ini memerlukan proses yang panjang dari anak penyandang Autisme. Ini pun juga jadi pekerjaan rumah bagi kita untuk mengembangkan minat dan bakat anak di bidang olahraga. 
  3. Perlu menemukan guru yang tepat karena banyak guru yang menyerah ketika menangani anak dengan Autisme. Guru yang tepat bisa membangun hubungan yang baik antara anak dengan Autisme dan orangtua.
  4. Rayakan setiap progress anak.

Membekali anak dengan Autisme terutama di bidang olahraga memang butuh waktu. Jangan pernah menyerah hanya baru berusaha satu atau dua kali. Anak dengan Autisme akan jadi lebih hebat apabila kita menghargai setiap perkembangan, sekecil apapun. Sabar dan tetap semangat untuk menggali minat dan bakat anak dengan Autisme!

Artikel ini terpilih sebagai “Tips Olahraga Anak Terbaik” dari penerbit bahan ajar pendidikan Twinkl.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *