Sekolah, Apakah menjadi Solusi untuk Anak dengan Autisme Belajar Bersosialisasi?

event keluarga mpati 2021

Date

10 Jul 2021

Time

8:00 am - 6:00 pm

Sekolah, Apakah menjadi Solusi untuk Anak dengan Autisme Belajar Bersosialisasi?

Apakah betul, saat anak dengan Autisme mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, dikelilingi teman-teman sebayanya di sekolah, lantas keinginan dan kemampuannya dalam bersosialisasi akan otomatis ‘muncul’? Kita simak yuk cerita dari para orang tua dan pendidik seputar isu ini? Dan apakah betul berdasarkan pengalaman orang tua hingga pihak sekolah, anak kemudian dapat bermain dengan teman sebayanya?

  • 00

    days

  • 00

    hours

  • 00

    minutes

  • 00

    seconds

1 Comment

  1. Pengalaman dengan anak saya, Lukman 15 tahun ASD, kelas X SMA inklusi, keinginan dan kemampuan bersosialisasi ini tidak ‘otomatis’ muncul ketika di sekolahkan. Ia lebih memilih sendiri, ke perpustakaan, atau bicara dengan bapak/ibu guru yang perhatian dengannya.
    Dimasa PG, TK, nyaris tidak ada sosialisasi karena bicarapun masih belum 2 arah.
    Dimasa SD ia hanya berteman dengan anak-anak perempuan yang lebih ngemong ketimbang anak lelaki. Bahkan ia beberapa kali berantem dengan teman lelaki mengganggu/ia anggap mengganggu.
    Dimasa SMP awalnya sangat heboh karena ia tidak diberi IEP. Banyak tantrum, agresif, sehingga otomatis ia tidak punya teman. Setelah di semester kedua diberi IEP dengan guru pendamping (sharing berdua teman ABK lain) baru keluar sikap baiknya, bisa ikuti kegiatan sekolah dengan baik. Namun teman-temannya tetap jaga jarak dengannya.
    Sekarang ia kelas X (1 SMA). Walau sekolah inklusi , tidak ada guru pendamping lagi, hanya dimonitor oleh orthopedagog.
    Dibidang akademis nilai2nya sangat baik, namun soal pertemanan karena belajar online akibatnya tidak pernah bertemu muka dengan teman-teman. Hubungan secara digitalpun nyaris tidak ada. Kalau ia kirim pesan ke group whatsapp hanya guru yang menjawab.
    Saya lihat perlu extra effort dari sekolah agar ia bisa berteman. Namun sekolah sudah kerepotan dengan kegiatan belajar mengajar online, jadi belum nampak usaha mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jadi Donatur