• 0813-8074-1898
  • yayasanmpati@gmail.com
  • Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Support
Daniel Tammet, Anak dengan Autisme yang Jenius

Daniel Tammet, Anak dengan Autisme yang Jenius

Sebagian anak dengan Autisme ada yang berbakat, salah satunya adalah Daniel Tammet. Daniel dinobatkan sebagai 1 dari 100 orang jenius yang masih hidup di dunia.

Perjalanan Hidup dan Bakat

Daniel Tammet lahir pada 31 Januari 1979 di London. Dia merupakan anak pertama dari sembilan bersaudara. Sejak kecil, Daniel memang berbeda dengan yang lainnya, di mana ia mengalami serangan epilepsi sejak usia 3 tahun. Daniel juga memiliki perilaku yang atipikal. Terlepas dari perbedaannya, orang tuanya menyekolahkan anaknya ke sekolah umum.

Sepanjang perjalanan menempuh pendidikan, Daniel menemukan minatnya dalam membaca. Dengan keunikan dan minatnya, Daniel mampu meraih beragam prestasi. Dari membaca itulah, dia memenangkan penghargaan ‘Eager Reader’ di usia 11 tahun. Dia juga dua kali dinobatkan sebagai Siswa Terbaik saat berada di sekolah menengah. Keluar dari sekolah menengah, Daniel menjadi mahasiswa di tahun 1995 dan menyelesiakan studi tingkat lanjutnya dalam bahasa Prancis, Jerman, dan Sejarah pada tahun 1997.

Menjadi Penulis Hebat

Keluar dari bangku perkuliahan, Daniel mengambil posisi mengajar sukarela di Kaunas, Lithuania. Dia mengajar di sana selama satu tahun sebelum akhirnya kembali ke London. Sekembalinya Daniel ke London, dia membuat sebuah perusahana pembelajaran bahasa online yang bernama Optimnem. Empat tahun dia membangun perusahaannya dan jerih payahnya membuahkan hasil. Perusahaannya dinobatkan sebagai anggota ‘Jaringan Nasional untuk Pembelajaran’ Inggris pada tahun 2006.

Sebenarnya sejak kecil, Daniel sudah menyadari bahwa dia berbeda, namun dia tidak tahu nama dari diagnosanya. Akhirnya pada tahun 2004, dia mengetahui bahwa dia merupakan penyandang Autisme high-functioning with sindrom savant.

Setelah mengetahui diagnosanya, Daniel menjadikannya momen untuk membagikan kisahnya. Pada tahun 2005, dia menulis buku berjudul, Born on a Blue Day: A Memoir of Asperger’s and Extraordinary Mind. Buku tersebut langsung menjadi bestseller versi Sunday Times dan New York Times. Bukunya terjual sebanyak 600 ribu kopi dan telah diterjemahkan dalam 20 bahasa.

Tidak hanya mendapat predikat dari dua media terkemuka, di tahun 2008, Asosiasi Perpustakaan Amerika menamakannya ‘Buku Terbaik untuk Dewasa Muda’.

Di tahun 2009, Tammet kembali menerbitkan buku. Bukunya sendiri berasal dari sebuah survei pribadi tentang ilmu saraf yang bernama Embracing the Wide Sky. Buku tersebut menjadi salah satu buku non-fiksi terlaris di Britania Raya, Kanada, dan Jerman.

Tidak Hanya Menulis, Melainkan juga Matematika

Daniel tidak hanya berbakat di dunia tulis-menulis. Dia juga berbakat dalam bidang matematika, bahkan bisa dikatakan terobsesi. Dia mampu menghitung lebih cepat dari kalkulator. Dia bisa mengingat bilangan Pi hingga 22.314 bilangan desimal.

Mengutip dari Huffington Post, dia bercerita tentang bakat matematikanya ini. “Ketika aku masih kecil, tidak ada nama untuk kondisiku, tapi apa yang aku anggap sulit adalah berteman dan mengetahui bagaimana menyesuaikan diri, dan aku berjuang melawan kesepian. Jadi saya menemukan angka sebagai cara berlindung, dan cara menemukan sesuatu yang saya kuasai dan saya sukai. Saya suka bermain dengan angka-angka seperti anak-anak lain bermain dengan teman-temannya.”

Pada tahun 2004, Daniel membuat rekor baru di Inggris dan Eropa dengan melafalkan ekspresi matematika Pi hingga lebih dari 22.000 tempat desimal. Dia membutuhkan waktu lima jam untuk menghafal 22.514 angka desimal dari ekspresi matematika Pi. Di tahun 2013, dia menerbitkan buku yang berjudul Thinking in Numbers: On Life, Love, Meaning, and Math.

1

1 thought on “Daniel Tammet, Anak dengan Autisme yang Jenius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *