<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MPATI &#124; Masyarakat Peduli Autis Indonesia</title>
	<atom:link href="http://autismindonesia.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://autismindonesia.org</link>
	<description>Yayasan Peduli Anak Autis di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 06:04:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pelatihan terpadu penanganan autisme</title>
		<link>http://autismindonesia.org/pelatihan-terpadu-penanganan-autisme.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/pelatihan-terpadu-penanganan-autisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 05:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[autisme pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[ciri autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Ciri ciri Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan autis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian autis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi autis]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan autis]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan autisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[<p>Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) bekerjasama dengan Laboratorium Klinik Prodia dan FeMale Radio, akan menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Autisme Terpadu, bagi orang tua, guru dan terapis dari anak autis, yang akan diselenggarakan pada:</p> <p>Hari       : Jum&#8217;at, Sabtu dan Minggu</p> <p>Tanggal : 30 September, 1 dan 2 Oktober 2011.</p> <p>Jam       : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI)</strong> bekerjasama dengan <strong>Laboratorium Klinik Prodia dan FeMale Radio</strong>, akan menyelenggarakan<strong> Pelatihan Penanganan Autisme Terpadu</strong>, bagi orang tua, guru dan terapis dari <strong>anak autis</strong>, yang akan diselenggarakan pada:</p>
<p>Hari       : Jum&#8217;at, Sabtu dan Minggu</p>
<p>Tanggal : 30 September, 1 dan 2 Oktober 2011.</p>
<p>Jam       : 08.30-17.00 WIB</p>
<p>Tempat  : Auditorium Laboratorium Klinik Prodia</p>
<p>Jl Kramat Raya no.150 Jakarta Pusat.</p>
<p>Pembicara dan Topik:</p>
<p>Hari Pertama.  <strong>Terapi Perilaku</strong>, Dra Dini Oktaufik, Case Manager dan praktisi Terapi Perilaku (Jakarta)</p>
<p>1.1. <strong>Terapi dan manajemen perilaku anak autis. </strong></p>
<p>1.2. Kunci sukses terapi perilaku yang berhasil</p>
<p>1.3. Imbalan : apa, bagaimana tehnik memberikannya dan kapan sebaiknya diberikan</p>
<p>1.4. COMPIC (Computer Picture) : apa dan bagaimana menggunakannya</p>
<p>1.5. Ketrampilan dasar sosialisasi : komponen yang dibutuhkan serta latihan utk meningkatkan kemampuan sosial</p>
<p>1.6. Kognisi : Kemampuan, perkembangan serta kegiatan latihan utk peningkatan kognisi</p>
<p>1.7. Komunikasi dan Kemampuan  dasar berbahasa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari Kedua.<strong> Terapi Wicara</strong>, Dra Yusran Sipala Spth,  praktisi Terapi Wicara dan Speech Pathologist (Sydney)</p>
<p>2.1. Terapi Wicara : tehnik melatih &#8220;alat-alat wicara&#8221; yg dpt dilakukan oleh orangtua, guru dan terapis</p>
<p>2.2. Kemampuan berbahasa : Tehnik mengajarkan <strong>berbahasa pasif dan ekspresif pada anak autis</strong> melalui pendekatan paralel dan &#8220;self-talk&#8221;.</p>
<p>2.3. Komunikasi : membangun inisiatif anak utk mandiri berinisiatif dlm berkomunikasi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari Ketiga.  <strong>Seputar Sekolah Anak Autis</strong>, Angie S. Anggari Spd,Msc, Kepala Sekolah dan pendidik anak autis, Jakarta.</p>
<p>3.1. Individual Education Plan: Apa, mengapa dan bagaimana menyusunnya</p>
<p>3.2. Kurikulum pendidikan: apa yang diperlukan anak autis dan bagaimana menyusun kurikulum yang berhasil membantu anak autis.</p>
<p>3.3. Mempersiapkan proses belajar anak autis, yg perlu diantisipasi  orang tua, guru dan terapis</p>
<p>3.4. Sukses Anak = Sukses Team pengajar  dalam  harmonisasi dan komunikasi  orangtua, guru dan terapis</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sesi siang hari : <strong>Terapi Okupasi</strong> : apa dan bagaimana, Tri Budi Santoso, Master of Occupation Therapy (Solo), praktisi terapi okupasi.</p>
<p>3.5. Motorik Kasar: perkembangan motorik kasar, identifikasi masalah dan latihan untuk memperbaikinya</p>
<p>3.6. Motorik halus : apa dan bagaimana mendesain kegiatan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.</p>
<p>Pelatihan terpadu ini akan menitik-beratkankan pada praktek, dimana peserta akan bersimulasi bergantian menjadi <strong>anak autis</strong> dan <strong>terapis</strong>. Oleh karena itu peserta dibatasi hanya 30 orang saja.</p>
<p>Kontribusi per orang Rp 3 juta (sebelum 23 September 2011), termasuk : makalah, pengetahuan dan penerapan praktis 3 terapi utama, alat peraga yg digunakan dalam latihan, sertifikat, makan siang dan rehat kopi, serta tanya jawab dengan setiap fasilitator.</p>
<p>Informasi dan reservasi sms ke : Reny 021 92554858 /Arimbi 081380741898</p>
<p>Pembayaran dengan bukti transfer ke : <strong>Yayasan Masyarakat Peduli Autis Indonesia</strong>,  BCA KCU Sudirman, nomor rekening: 035309997.</p>
<p>*hasil bersih dari <strong>pelatihan terpadu penanganan anak autis</strong> ini akan digunakan untuk membiayai produksi <strong>video Penanganan Autisme ke 2</strong>  yang akan dibagikan gratis ke seluruh Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/pelatihan-terpadu-penanganan-autisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah apa saja yang akan dihadapi oleh anak autis sesuai dengan perkembangan usianya ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/masalah-apa-saja-yang-akan-dihadapi-oleh-anak-autis-sesuai-dengan-perkembangan-usianya.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/masalah-apa-saja-yang-akan-dihadapi-oleh-anak-autis-sesuai-dengan-perkembangan-usianya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 22:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[autisme pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[masalah anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan seks anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi autis]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Autisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berdasarkan pengalaman pribadi, akan lebih mudah membagi masalah autisme sesuai  dengan periode 5 tahun perkembangan anak.</p> <p>Misalnya, pada saat anak berusia di bawah 5 tahun, fokus utamanya adalah :</p> <p>•  Mencari diagnosa yang akurat •     Mencari    informasi    tentang    autisme •     Mempersiapkan    mental    untuk    dapat    menerima kenyataan bahwa putra atau putri mereka menyandang autis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan pengalaman pribadi, akan lebih mudah membagi masalah autisme sesuai  dengan periode 5 tahun perkembangan anak.</p>
<p>Misalnya, pada saat anak berusia di bawah 5 tahun, fokus utamanya adalah :</p>
<p>•  Mencari diagnosa yang akurat<br />
•     Mencari    informasi    tentang    autisme<br />
•     Mempersiapkan    mental    untuk    dapat    menerima kenyataan bahwa putra atau putri mereka menyandang autis (untuk orang tua).<br />
•     Mencari    informasi    tentang    terapi    yang diperlukan<br />
•     Mengajarkan    kepatuhan<br />
•     Mengamati    kebutuhan,    keterbatasan<br />
kemampuan dan kelebihan anak<br />
•     Mempertimbangkan    diet    GFCF    (Gluten Free Casein Free)<br />
•     Mengukur    kemampuan    keluarga    dari    segi    waktu, tenaga dan biaya dalam menjalankan program penanganan autisme.</p>
<p>Usia 5 hingga 10 tahun, isu utamanya adalah :</p>
<p>•     Meningkatkan    kemampuan    anak    untuk    dapat  mandiri<br />
•     Mempersiapkan    anak    untuk    sekolah<br />
•     Mempersiapkan    anak    untuk    mulai    bersosialisasi</p>
<p>•     Melaksanakan    diet    GFCF    (Gluten Free Casein Free)<br />
•     Melaksanakan    terapi    yang    diperlukan<br />
•     Menceritakan    diagnosa    pada    saudara    sekandung<br />
Usia remaja yang mungkin dimulai sekitar 10 hingga 15 tahun ditandai dengan isu seputar :</p>
<p>•     Kemandirian<br />
•     Identitas    diri    (perubahan    fisik,    hormon    dan    sebagainya).<br />
•     Pergaulan    sosial<br />
•     Pendidikan    seks<br />
•     Tuntutan    akademis    yang    semakin    tinggi</p>
<p>Di usia 15 hingga 20 tahun, orang tua dari anak penyandang autis mulai disibukkan dengan persiapan masa depan bagi anak terutama mengenai kemandirian anak dari segi fisik, sosial maupun nafkah hidup (lapangan kerja). Di usia ini, anak mulai semakin sadar bahwa dirinya berbeda dengan teman-teman sebayanya. Norma-norma sosial tentang apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, juga merupakan salah satu isu yang kuat, terutama dari segi pendidikan seks.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 138</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/masalah-apa-saja-yang-akan-dihadapi-oleh-anak-autis-sesuai-dengan-perkembangan-usianya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana berbagi tugas dengan suami / istri / keluarga yang lain ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/bagaimana-berbagi-tugas-dengan-suami-istri-keluarga-yang-lain.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/bagaimana-berbagi-tugas-dengan-suami-istri-keluarga-yang-lain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 22:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan untuk anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian autis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab autis]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[program terapi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah autisme]]></category>
		<category><![CDATA[tentang autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pembagian tugas sebetulnya tidak hanya terjadi di keluarga yang memiliki anak autis. Ibu dan ayah yang baik, biasanya mengkomunikasikan  dulu pembagian tugas antara pasangan suami istri. Pembagian tugas bisa dijalankan sesuai dengan kelebihan dari masing-masing karakter ibu atau ayah serta waktu yang mereka miliki. Misalnya, kalau sang ayah pandai matematika, maka tugas mendampingi anak membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembagian tugas sebetulnya tidak hanya terjadi di keluarga yang memiliki anak autis. Ibu dan ayah yang baik, biasanya mengkomunikasikan  dulu pembagian tugas antara pasangan suami istri. Pembagian tugas bisa dijalankan sesuai dengan kelebihan dari masing-masing karakter ibu atau ayah serta waktu yang mereka miliki. Misalnya, kalau sang ayah pandai matematika, maka tugas mendampingi anak membuat pekerjaan rumah matematika, sebaiknya dilakukan sang ayah.Demikian juga kalau ibu lebih mahir dalam berkomunikasi, ibulah yang menjadi manajer dan jubir anak untuk urusan sekolah. Idealnya, dilakukan komunikasi yang jujur dan terbuka.</p>
<p>Untuk memotivasi ayah untuk lebih percaya diri dan mau lebih, mulailah  dengan  melakukan tugas-tugas yang menyenangkan, misalnya bermain dengan sang anak, mengantarkan anak berenang, atau mengantar anak bermain video game, atau bermain air di kamar mandi. Diharapkan dengan hal-hal menyenangkan, dapat mendekatkan hubungan  ayah dan anak.</p>
<p>Saat Ayah bermain dengan anak, ibu dapat menggunakan waktu senggang ini untuk beristirahat. Pembagian kerja di Indonesia juga bisa didelegasikan kepada pembantu. Tugas yang sifatnya rutin seperti mengajarkan anak makan, minum atau ke toilet bisa didelegasikan ke para pengasuh, selama ibu atau ayah mengajarkan para pengasuh langkah demi langkah serta memonitor proses belajar.</p>
<p>Buatlah daftar dari pekerjaan atau tugas yang diperlukan untuk mendidik anak. Misalnya, untuk belajar matematika, olahraga, terapi perilaku, terapi wicara dan lain-lain, masing masing dibuat kolom dan kotak tertentu, tergantung jam-nya. Diskusikankan daftar ini dengan  suami, kira-kira dari daftar  ini mana yang ia bersedia kerjakan.</p>
<p>Ibu tetap menjadi manajer. Ibu sebaiknya mengetahui dengan detail apa yang diajarkan di terapi. Ibu dan ayah sebaiknya mengetahui program-program yang sedang dilaksanakan di kelas terapi. Karena, pada akhirnya,  ayah dan ibulah yang akan memonitor sudah sampai mana program terapi itu terlaksana.</p>
<p>Untuk  pengaturan diet dan pola makan, buatlah daftar menu mingguan dimana pelaksanaan menyiapkan hidangan bisa didelegasikan kepada pembantu, yang penting ibu/ayah memonitor dari segi kebersihan dan asupan gizi. Perencanaan yang baik akan mengurangi ketidakpastian dan stress. Intinya, buatlah rencana jika anda ingin mengurangi stress dan memperbesar kemungkinan untuk berhasil.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 133</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/bagaimana-berbagi-tugas-dengan-suami-istri-keluarga-yang-lain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa saja terapi terbaru untuk anak autis ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/apa-saja-terapi-terbaru-untuk-anak-autis.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/apa-saja-terapi-terbaru-untuk-anak-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 22:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan autis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian autis]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah autisme]]></category>
		<category><![CDATA[tentang autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[terapi autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi baru autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[ <p>Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang tua atau pendidik yang ingin ada terapi terbaru, tepat dan cepat hasilnya.</p> <p>Sayangnya, tidak ada terapi mutakhir yang dapat menghasilkan perkembangan instan untuk anak autis. Terapi terbaru tidak selalu terbaik, sebagian masih dalam tahap uji coba dan kadangkala kontroversial. Testimoni dari beberapa orang, belum tentu menjamin terapi mutakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang tua atau pendidik yang ingin ada terapi terbaru, tepat dan cepat hasilnya.</p>
<p>Sayangnya, tidak ada terapi mutakhir yang dapat menghasilkan perkembangan instan untuk anak autis.<br />
Terapi terbaru tidak selalu terbaik, sebagian masih dalam tahap uji coba dan kadangkala kontroversial.<br />
Testimoni dari beberapa orang, belum tentu menjamin terapi mutakhir menjanjikan kesembuhan yang spektakuler. Berhati-hatilah terhadap janji penyembuhan yang instan, bombastis dan belum terbukti keabsahannya.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 68</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/apa-saja-terapi-terbaru-untuk-anak-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah menentukan sekolah yang paling cocok untuk anak autis saya ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/bagaimanakah-menentukan-sekolah-yang-paling-cocok-untuk-anak-autis-saya.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/bagaimanakah-menentukan-sekolah-yang-paling-cocok-untuk-anak-autis-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 04:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih sekolah autis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan autis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada prinsipnya, sekolah yang tepat ditentukan oleh kemampuan dan kebutuhan anak. Menentukan sekolah tidak bisa dilakukan hanya dengan berdasarkan cerita orang lain.</p> <p>Anda harus datang ke sekolah, bicara dari hati ke hati dengan orang tua anak lain yang sudah masuk di sekolah tersebut, serta  bertemu dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru kelas. Dari situ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya, sekolah yang tepat ditentukan oleh kemampuan dan kebutuhan anak.<br />
Menentukan sekolah tidak bisa dilakukan hanya dengan berdasarkan cerita orang lain.</p>
<p>Anda harus datang ke sekolah, bicara dari hati ke hati dengan orang tua anak lain yang sudah masuk di sekolah tersebut, serta  bertemu dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru kelas. Dari situ anda akan memiliki gambaran yang lebih baik tentang sekolah tersebut.</p>
<p>Berikut adalah beberapa kriteria yang dapat dijadikan acuan apakah sekolah tersebut ideal atau tidak untuk anak autis:</p>
<p>Pertama, sekolah dan para pengajar memiliki semangat dan kepercayaan bahwa tiap anak mampu belajar (presume intellect).<br />
Kedua, sekolah memiliki pengetahuan yang memadai tentang autisme.<br />
Ketiga, para guru di sekolah tersebut memiliki pengetahuan yang memadai tentang pendidikan anak autis dimana para guru mendapatkan pelatihan secara berkala.<br />
Keempat, ruang kelas  sebaiknya tidak berisik, tidak banyak gambar gambar di dinding.<br />
Kelima, sekolah dan guru memiliki semangat untuk menerima saran dari orang tua dan para ahli di luar sekolah.<br />
Keenam, jumlah murid di dalam kelas tidak terlalu banyak.<br />
Ketujuh, sekolah dan guru memprioritaskan kepentingan, kebutuhan dan kemampuan anak diatas target kurikulum.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 42</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/bagaimanakah-menentukan-sekolah-yang-paling-cocok-untuk-anak-autis-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah anak autis memiliki keinginan seksual ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/apakah-anak-autis-memiliki-keinginan-seksual.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/apakah-anak-autis-memiliki-keinginan-seksual.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 04:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan seksual anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[menangani anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan autisme]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan seksual anak autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tentu saja, oleh karena itu sangat penting pendidikan seks untuk anak autis diajarkansejak dini. Pendidikan seks tidak melulu tentang hubungan seks. Mengapa pendidikan seks sangat penting diperkenalkan pada anak autis? Karena, pertumbuhan fisik dari anak autis itu pada dasarnya sama dengan anak-anak normal. Mereka juga lapar, haus, perlu kasih sayang, mengalami perubahan hormon, perlu olahraga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu saja, oleh karena itu sangat penting <strong>pendidikan seks untuk anak autis</strong> diajarkansejak dini. Pendidikan seks tidak melulu tentang hubungan seks. Mengapa pendidikan seks sangat penting diperkenalkan pada anak autis? Karena, pertumbuhan fisik dari anak autis itu pada dasarnya sama dengan anak-anak normal. Mereka juga lapar, haus, perlu kasih sayang, mengalami perubahan hormon, perlu olahraga dan lain-lain. Persis seperti anak lain yang sehat secara fisik.</p>
<p>Oleh karena itu, <strong>anak-anak autis juga memiliki kebutuhan seksual</strong>. Masalah seksual muncul terutama  saat anak ini menjelang remaja, dimana dorongan seksual mereka begitu kuat, namun mereka tidak dapat mengkomunikasikan dan mengontrolnya dengan baik (seperti layaknya remaja normal lain). Namun demikian, pendidikan seks di usia dini, akan sangat membantu para remaja autis ini untuk dapat lebih mengerti, dan mengontrol kebutuhan biologis dengan lebih baik, sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 38</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/apakah-anak-autis-memiliki-keinginan-seksual.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah autisme dapat disembuhkan ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-dapat-disembuhkan.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-dapat-disembuhkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 04:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[autisme bisa sembuh? pertanyaan tentang autisme]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Autisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebetulnya kembali kepada definisi, apakah yang disebut sebagai ‘sembuh’? Kalau yang dimaksud ‘sembuh’ adalah, anak ini mampu berpikir serta bertingkah laku seperti anak-anak lain tanpa pertolongan dari para ahli, tanpa metode khusus dan tidak menjalani terapi yang diperlukan, rasanya kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil. Para ahli yang dimaksud disini, tidaklah melulu harus mereka yang bergelar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya kembali kepada definisi, apakah yang disebut sebagai ‘sembuh’?<br />
Kalau yang dimaksud ‘sembuh’ adalah, anak ini mampu berpikir serta bertingkah laku seperti anak-anak lain tanpa pertolongan dari para ahli, tanpa metode khusus dan tidak menjalani terapi yang diperlukan, rasanya kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil. Para ahli yang dimaksud disini, tidaklah melulu harus mereka yang bergelar medis. Orang tuapun bisa menjadi pendidik yang andal selama mereka mau belajar, mencoba dan pantang menyerah.</p>
<p>Di sisi lain, di negara maju, tidak sedikit anak-anak dengan kondisi autis yang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berhasil. Mengingat bahwa anak-anak ini tidak semuanya memiliki tingkat inteligensia yang rendah. Sebagian dari<br />
mereka ini memiliki IQ di bawah rata-rata, sebagian lagi memiliki IQ normal, bahkan ada yang di atas rata-rata. Di Amerika dan Eropa, ada bahkan yang bisa mencapai gelar Doktor (S3).</p>
<p>Secara umum, seorang anak autis bisa dikatakan ‘sembuh’ jika ia mampu hidup mandiri (sesuai dengan tingkat usia), berperilaku normal, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lancar serta memiliki pengetahuan akademis yang memadai untuk anak seusia mereka.</p>
<p>Untuk bisa dikategorikan berhasil ‘sembuh’, banyak faktor yang menentukan. Diantaranya, derajat keparahan dari kondisi autis, usia anak, tingkat kecerdasan dan kemampuan berbahasa dari sang anak, fasilitas penunjang seperti dokter, terapis dan sekolah khusus, kesiapan orang tua dalam membantu mencari yang terbaik bagi sang anak, serta dukungan dari masyarakat luas.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 6</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-dapat-disembuhkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah autisme itu ?</title>
		<link>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-itu.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[autisme pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[ciri autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Ciri ciri Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[gejala autisme]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan autis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian autis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[<p>Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak. Seringkali gejala tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun.</p> <p>Gangguan perkembangan ini mempengaruhi :</p> <p>•  Kemampuan berkomunikasi (berbicara dan berbahasa) •  Kemampuan berinteraksi sosial (tidak tertarik untuk berinteraksi) •  Perilaku (hidup di dalam dunianya sendiri).</p> <p>Umumnya, anak-anak autis sebelum berusia 3 tahun sudah menunjukkan ketidak normalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak.<br />
Seringkali gejala tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun.</p>
<p>Gangguan perkembangan ini mempengaruhi :</p>
<p>•  Kemampuan berkomunikasi (berbicara dan berbahasa)<br />
•  Kemampuan berinteraksi sosial (tidak tertarik untuk berinteraksi)<br />
•  Perilaku (hidup di dalam dunianya sendiri).</p>
<p>Umumnya, anak-anak autis sebelum berusia 3 tahun sudah menunjukkan ketidak normalan atau keterlambatan perkembangan dalam berinteraksi sosial, berbicara  dan bermain menggunakan daya imajinasi.</p>
<p>Sumber : Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”, halaman 1</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/apakah-autisme-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Buku 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme</title>
		<link>http://autismindonesia.org/peluncuran-buku-200-pertanyaan-dan-jawaban-seputar-autisme.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/peluncuran-buku-200-pertanyaan-dan-jawaban-seputar-autisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[200 pertanyaan tentang autisme]]></category>
		<category><![CDATA[buku pertanyaan dan jawaban tentang autisme]]></category>
		<category><![CDATA[buku tentang autisme]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan tentang autisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[<p class="wp-caption-text">Gayatri dan Ibu Endang Sedyaningsih (Menkes RI) di acara peluncuran buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Jakarta</p> <p>Jakarta, 3 April 2010.</p> <p>Menyambut hari autisme sedunia, Gayatri Pamoedji melalui MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia) meluncurkan buku keduanya berjudul “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Graha Niaga, Jakarta, 3 April 2010. Buku ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_84" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://autismindonesia.org/wp-content/uploads/2011/09/gayatri-dan-menkes2_resize.jpg"><img class="size-full wp-image-84" title="Gayatri dan Ibu Endang Sedyaningsih (Menkes RI) di acara peluncuran buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Jakarta" src="http://autismindonesia.org/wp-content/uploads/2011/09/gayatri-dan-menkes2_resize.jpg" alt="Gayatri dan Ibu Endang Sedyaningsih (Menkes RI) di acara peluncuran buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Jakarta" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Gayatri dan Ibu Endang Sedyaningsih (Menkes RI) di acara peluncuran buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Jakarta</p></div>
<p>Jakarta, 3 April 2010.</p>
<p>Menyambut hari autisme sedunia, Gayatri Pamoedji melalui MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia) meluncurkan buku keduanya berjudul “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme” di Graha Niaga, Jakarta, 3 April 2010. Buku ini terinspirasi dari berbagai pertanyaan yang selama ini diajukan oleh beragam pihak, terutama dari orang tua anak penyandang autis di Indonesia kepada Gayatri.</p>
<p>Hasil penjualan tiket seminar dan buku akan digunakan MPATI untuk membiayai produksi serial video panduan penanganan autisme yang akan dibagikan gratis ke berbagai penjuru Indonesia, dengan demikian masyarakat akan semakin mudah mengakses informasi tentang autisme dan penanganannya. Gayatri percaya bahwa : “Melalui diagnosa akurat, pendidikan tepat dan dukungan kuat dari pemerintah, keluarga maupun masyarakat luas, harapan akan masa depan anak penyandang autis yang lebih baik akan dapat terwujud.”</p>
<div>
<div id="attachment_83" class="wp-caption alignnone" style="width: 153px"><a href="http://autismindonesia.org/wp-content/uploads/2011/09/gayatri-sendiri1_resize-143x300.jpg"><img class="size-full wp-image-83" title="Gayatri Pamoedji, Penulis Buku 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme" src="http://autismindonesia.org/wp-content/uploads/2011/09/gayatri-sendiri1_resize-143x300.jpg" alt="Gayatri Pamoedji, Penulis Buku 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme" width="143" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Gayatri Pamoedji, Penulis Buku 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme</p></div>
<p>Gayatri Pamoedji, Penulis Buku 200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme</p>
</div>
<p>Menteri Kesehatan RI, Ibu Rahayu Sedyaningsih turut hadir beserta 200 orang tua serta pemerhati isu autisme di Indonesia. Dalam pidatonya, Menteri Kesehatan RI menegaskan dukungan Pemerintah RI untuk masa depan autisme di Indonesia terutama dalam hal pengembangan data prevalensi.</p>
<p>Terima kasih untuk : Majalah Femina, FeMale Radio 97.9, Delta 99.1 FM, RCTI, Seputar Indonesia, SunTV, DigitalMedia, GNTU, Maverick, Amelia Naim-Cepi, bukukita.com dan seluruh handai taulan, kerabat, keluarga, media, serta panitya MPATI yang telah mensukseskan acara ini Sabtu lalu.</p>
<p>Marilah kita menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak penyandang autis di Indonesia!</p>
<p>Buku dan VCD bisa didapatkan dengan menghubungi :</p>
<p>Sekretariat MPATI<br />
Email : <a href="mailto:yayasan_mpati@yahoo.com">yayasan_mpati@yahoo.com</a><br />
SMS : 0813 8074 1898</p>
<p>Dapatkan Buku “200 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme”<br />
di Toko Buku Gramedia dan www.BukuKita.com (online)<br />
Kirim sms  ke MPATI 081380741898<br />
atau email ke : yayasan_mpati@yahoo.com<br />
Isi 220 Halaman, Soft Cover, Harga Buku Rp. 50.000,-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/peluncuran-buku-200-pertanyaan-dan-jawaban-seputar-autisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video 7 ciri utama autisme</title>
		<link>http://autismindonesia.org/video-7-ciri-utama-autisme.html</link>
		<comments>http://autismindonesia.org/video-7-ciri-utama-autisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:18:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autisind</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[autisme pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan autis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian autis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi anak autis]]></category>
		<category><![CDATA[terapi autis]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan autis]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan autisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autismindonesia.org/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[<p>Video 7 Ciri Utama Autisme menggambarkan 7 ciri utama autisme.</p> <p></p> <p>Silahkan tekan tombol Play pada Video7 Ciri utama Autisme untuk melihat Video.</p> <p>Atau silahkan download Video 7 Ciri utama Autisme :</p> <p>Download Video 7 Ciri Utama Autisme &#124; File size : 9,37 MB</p> [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Video 7 Ciri Utama Autisme menggambarkan <strong>7 ciri utama autisme</strong>.</p>
<p><object width="475" height="291" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/mJr2QK5JcZ8?version=3" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed width="475" height="291" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/mJr2QK5JcZ8?version=3" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object></p>
<p>Silahkan tekan tombol Play pada <strong>Video7 Ciri utama Autisme</strong> untuk melihat Video.</p>
<p>Atau silahkan download <strong>Video 7 Ciri utama Autisme</strong> :</p>
<p><a title="Video 7 Ciri Utama Autisme" href="http://rapidshare.com/files/325606638/7-ciri-Autisme.flv" target="_blank"><em>Download Video </em>7 Ciri Utama Autisme</a><em> | </em>File size : 9,37 MB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autismindonesia.org/video-7-ciri-utama-autisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="http://rapidshare.com/files/325606638/7-ciri-Autisme.flv" length="9593406" type="video/x-flv" />
		</item>
	</channel>
</rss>

